Manado – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank SulutGo (BSG) tahun 2026 resmi menetapkan sejumlah perubahan penting dalam jajaran manajemen. Dalam keputusan yang diambil para pemegang saham, Sachrul dinyatakan tidak lagi menjabat, sementara Rania Ismail resmi masuk dalam struktur kepemimpinan baru.
Keputusan tersebut menjadi perhatian publik, mengingat BSG sebagai bank kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo yang akrab disebut “Torang Pe Bank” memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah.
Dalam RUPS-LB tersebut juga ditegaskan bahwa Revino Pepah tetap dipercaya memimpin BSG. Kepercayaan ini dinilai sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan stabilitas yang berhasil dijaga di tengah dinamika sektor perbankan nasional.

Pergantian dan penguatan struktur manajemen ini disebut sebagai bagian dari langkah penyegaran organisasi serta strategi menghadapi tantangan dan peluang ke depan. Para pemegang saham berharap komposisi baru ini mampu membawa BSG semakin kompetitif dan adaptif di era digitalisasi perbankan.
Masuknya Rania Ismail dinilai sebagai energi baru dalam tubuh manajemen. Dengan latar belakang dan pengalaman yang dimiliki, ia diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan inovasi layanan serta perluasan jaringan bisnis BSG.
Sementara itu, Revino Pepah dalam pernyataannya menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat fondasi perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga kepercayaan nasabah dan pemegang saham. Ia menegaskan bahwa BSG akan terus hadir sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
RUPS-LB ini juga menegaskan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) sebagai landasan utama dalam setiap pengambilan kebijakan. Transparansi dan profesionalisme menjadi komitmen bersama demi menjaga reputasi BSG di tingkat regional maupun nasional.
Dengan formasi kepemimpinan terbaru ini, publik menaruh harapan besar agar BSG semakin solid, inovatif, dan mampu memperluas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Perubahan boleh terjadi, namun semangat “Torang Pe Bank” tetap menyala menjadi simbol kebersamaan dan kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo.














