SuaraBogani.com _Manado, Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Diskusi sambil Makan Siang yang digelar oleh Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) Sulawesi Utara. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi jajaran pimpinan dan pengurus untuk duduk bersama, bertukar gagasan, sekaligus membahas kemajuan organisasi serta arah pengembangan program kerja ke depan secara terbuka dan konstruktif.
Diskusi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PUSKUD Sulawesi Utara Drs. Ratu Dareda, Direktur Utama Steven Liow (Babe), Wakil Ketua I Bidang Hukum & Aset Wens A. Boyangan, SH., MH, Badan Pengawas Drs. Trius Abas, serta Bunda Rode Anggouman yang selama ini dikenal aktif mendorong penguatan peran Koperasi berbasis ekonomi kerakyatan. Kehadiran para tokoh ini menegaskan Komitmen bersama dalam membangun PUSKUD sebagai salah satu pilar ekonomi Desa yang adaptif, modern, dan berdaya saing.
Ketua PUSKUD Sulut, Drs. Ratu Dareda, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa diskusi santai seperti ini justru menjadi media efektif untuk menyatukan persepsi dan memperkuat soliditas organisasi. Menurutnya, kemajuan Koperasi tidak hanya ditentukan oleh program besar, tetapi juga oleh komunikasi yang sehat, keterbukaan ide, serta kesediaan seluruh unsur organisasi untuk saling mendengar.
“Diskusi sambil makan siang ini bukan sekadar kebersamaan, tetapi momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan langkah-langkah konkret ke depan. PUSKUD harus terus bergerak maju mengikuti dinamika zaman tanpa meninggalkan jati diri koperasi,” ujar Ratu Dareda.

Sementara itu, Direktur Utama Steven Liow (Babe), menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi dan profesionalisme dalam menjalankan roda PUSKUD. Ia menyampaikan bahwa kepercayaan anggota dan mitra merupakan modal utama koperasi, sehingga transparansi, akuntabilitas, dan inovasi harus menjadi budaya kerja yang terus dikembangkan.
Dalam diskusi tersebut, Steven Liow selaku Direktur Utama yg menjadi ujung tombak dalam Bidang Usaha juga memaparkan sejumlah capaian organisasi serta rencana strategis pengembangan program kerja, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan Koperasi Unit Desa di Sulawesi Utara. Mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi sistem administrasi koperasi, hingga penguatan akses permodalan dan jaringan usaha.
“PUSKUD Sulut harus tampil sebagai rumah besar bagi 243 Koperasi Unit Desa. Kita ingin memastikan setiap koperasi anggota mendapatkan pendampingan, peluang usaha, dan akses yang adil terhadap program-program penguatan ekonomi,” jelasnya.
Wakil Ketua I Wens A. Boyangan, SH, MH dalam kesempatan yang sama menyoroti pentingnya kepastian regulasi dan kepatuhan hukum dalam pengembangan koperasi. Ia menegaskan bahwa setiap langkah organisasi harus berjalan seiring dengan aturan perundang-undangan, sehingga PUSKUD tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara hukum.
Menurut Wakil Ketua Bidang Hukum & Aset Wens, tantangan koperasi ke depan semakin kompleks, terutama dalam menghadapi perubahan regulasi, persaingan usaha, serta tuntutan transparansi publik. Oleh karena itu, diskusi internal seperti ini dinilai sangat penting untuk menyamakan langkah dan memperkuat posisi PUKUD sebagai lembaga yang kredibel.
“Kita ingin PUSKUD Sulut menjadi contoh koperasi yang tertib hukum, profesional, dan dipercaya. Dengan fondasi hukum yang kuat, koperasi akan lebih berani berkembang dan menjalin kerja sama strategis,” tegasnya.
Dari sisi pengawasan, Drs. Trius Abas menyampaikan bahwa Badan Pengawas terus berkomitmen menjalankan fungsi kontrol secara objektif dan konstruktif. Ia menilai suasana diskusi yang terbuka mencerminkan kematangan organisasi, di mana kritik dan masukan dipandang sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan.
Drs. Trius Abas juga mengapresiasi semangat Kolaborasi yang ditunjukkan oleh seluruh jajaran pimpinan dan pengurus. Menurutnya, sinergi yang baik antara pengurus dan pengawas akan menjadi kunci keberhasilan PUSKUD dalam menjaga kepercayaan anggota serta memastikan program kerja berjalan sesuai rencana.
“Pengawasan bukan untuk menghambat, tetapi untuk memastikan organisasi berjalan di jalur yang benar. Diskusi seperti ini memperlihatkan komitmen bersama untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda Rode Anggouman menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kebersamaan, kearifan lokal, dan peran perempuan dalam gerakan Koperasi. Ia menilai Koperasi Unit Desa memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi keluarga, khususnya dalam mendorong kemandirian perempuan dan pelaku UMKM di Desa.
Dalam diskusi tersebut, Bunda Rode juga mendorong agar program kerja PUKUD ke depan lebih menyentuh aspek pemberdayaan sosial, tidak hanya berorientasi pada angka dan keuntungan semata. Menurutnya, koperasi sejatinya hadir untuk meningkatkan kesejahteraan anggota secara menyeluruh.
“Koperasi adalah tentang manusia, tentang kebersamaan. Jika anggota merasa diperhatikan dan diberdayakan, maka koperasi akan tumbuh dengan sendirinya,” tuturnya.
Diskusi sambil makan siang ini kemudian ditutup dengan kesepakatan bersama untuk memperkuat koordinasi lintas bidang, menyusun program kerja yang lebih terukur, serta meningkatkan intensitas komunikasi dengan 243 Koperasi Unit Desa sebagai anggota PUSKUD se-Sulawesi Utara. Seluruh peserta sepakat bahwa tantangan ke depan harus dihadapi dengan semangat kolaborasi dan inovasi.
Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa PUSKUD Sulawesi Utara tidak hanya fokus pada agenda formal, tetapi juga membangun budaya organisasi yang inklusif, dialogis, dan berorientasi pada solusi. Melalui diskusi yang hangat namun sarat makna, PUSKUD Sulut menegaskan langkahnya untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM di Bumi Nyiur Melambai.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat dari seluruh jajaran pimpinan, PUSKUD Sulawesi Utara optimistis dapat terus berkembang sebagai lembaga koperasi yang modern, profesional, dan berpihak pada kepentingan koperasi desa serta masyarakat luas….














