Suarabogani.com_ Foto Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi SE, MSi, di kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara mendadak viral dan memicu beragam spekulasi publik. Di tengah sorotan terhadap sejumlah kasus hukum di Sulawesi Utara, banyak pihak bertanya-tanya soal tujuan kedatangan orang nomor satu di Bolmong tersebut.
Namun fakta sebenarnya justru berbeda. Yusra menegaskan kedatangannya ke Kejati Sulut bukan untuk urusan hukum, melainkan membawa aspirasi masyarakat penambang rakyat yang mengeluhkan sulitnya menjual emas hasil tambang mereka.
Persoalan itu, kata Yusra, mencuat saat dirinya melaksanakan Safari Ramadan di sejumlah wilayah Bolaang Mongondow. Dalam dialog bersama warga, banyak penambang tradisional mengaku resah setelah adanya operasi terhadap para pembeli emas.
Dampaknya, para pembeli memilih berhati-hati bahkan takut melakukan transaksi, sehingga hasil tambang masyarakat tidak lagi mudah terjual.
“Waktu Safari Ramadan, banyak masyarakat mengeluh karena pembeli emas takut setelah ada operasi. Akibatnya masyarakat penambang kesulitan menjual hasil tambang mereka,” ungkap Yusra.
Mendengar langsung keluhan tersebut, Yusra mengaku tak tinggal diam. Ia segera melakukan koordinasi dengan Kejati Sulut untuk menyampaikan kondisi riil yang dihadapi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan rakyat.
Menurutnya, pemerintah daerah harus hadir di tengah persoalan masyarakat dan mencari jalan keluar tanpa mengabaikan ketentuan hukum yang berlaku.
“Saya datang untuk menyampaikan kondisi masyarakat penambang yang terdampak. Mereka berharap ada solusi agar tetap bisa mencari nafkah,” katanya.
Tak hanya itu, Yusra juga melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara guna menyamakan persepsi terkait penanganan pertambangan rakyat di daerah.
Mantan anggota DPRD Sulut itu pun menepis keras berbagai asumsi liar yang berkembang di media sosial. Ia menegaskan, tidak semua pejabat yang datang ke kantor kejaksaan sedang berurusan dengan hukum.
“Tidak semua orang datang ke kejaksaan berarti bermasalah. Saya datang untuk memperjuangkan masyarakat penambang rakyat,” tegas Yusra.
(Idiex)














