MANADO — Universitas Nusantara Manado terus memperkuat langkah inovasi di bidang ketahanan pangan. Melalui pertemuan virtual yang digelar pada Kamis (07/05/2026), pihak kampus bersama delegasi Zion Rusia sepakat menjajaki kerja sama strategis dalam pengembangan teknologi pertanian modern guna mengatasi inflasi cabai atau rica di Sulawesi Utara.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UN Manado, Drs. Teddy Manueke bersama jajaran pimpinan universitas, sementara pihak Zion Rusia dipimpin oleh Dr. Igor Melnikov yang dikenal sebagai ahli kimia dan pengembang teknologi pertanian modern.
Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui proyek bertajuk “Rica Digital”, sebuah sistem pertanian berbasis teknologi yang mengintegrasikan teknologi Ion-Exchange Substrate milik Zion Rusia dengan Smart Greenhouse berbasis IoT (Internet of Things) hasil inovasi tim ahli UN Manado.
Program tersebut hadir sebagai solusi atas persoalan klasik yang selama lebih dari dua dekade menjadi penyebab utama inflasi daerah di Sulawesi Utara, yakni defisit pasokan rica di pasaran akibat ketergantungan pada musim dan cuaca.
Rektor UN Manado, Drs. Teddy Manueke menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir menyelesaikan persoalan nyata masyarakat.
“Kami tidak hanya melakukan penelitian di atas kertas. Melalui kerja sama dengan Zion Rusia, kami membawa solusi teknologi tingkat dunia untuk memastikan ketersediaan rica di pasar lokal tetap stabil sehingga harga dapat terjangkau oleh masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Telematika UN Manado menjelaskan bahwa proyek ini bukan hanya berorientasi pada efisiensi produksi, tetapi juga membawa misi sosial melalui konsep “Diplomasi Rica”.
Menurutnya, proyek ini diharapkan mampu mengangkat kembali martabat petani lokal dengan mengubah pola pertanian tradisional menjadi industri berbasis teknologi tinggi atau Digital Agrotechnology.
Aspek teknis proyek akan dikawal oleh peneliti utama Dr. Standy Oei yang dikenal sebagai lulusan Summa Cumlaude UGM dan peneliti bereputasi internasional.
Di pihak lain, Dr. Igor Melnikov menyambut positif kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan Zion Rusia memberikan dukungan teknis penuh. Ia menyebut teknologi yang dikembangkan pihaknya telah berhasil meningkatkan hasil panen hingga 200 persen di sejumlah negara dan diyakini sangat cocok diterapkan pada tanah vulkanik Sulawesi Utara.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan segera melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang rencananya turut disaksikan oleh pemerintah daerah melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Utara.
Proyek percontohan atau pilot project ini diharapkan menjadi model kemandirian pangan daerah yang nantinya dapat diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.
Langkah awal koordinasi dengan pemerintah daerah sendiri sebelumnya telah dilakukan UN Manado bersama pihak Litbang Sulut dan mendapat sambutan positif dari Kepala Badan Litbang daerah, Ir. Janny Lukas beserta jajaran. (SB/Tim)














