Kotamobagu – Pasar 23 Maret Kotamobagu menjadi saksi bisu kenaikan harga cabai rawit atau rica yang kini mencapai Rp 60.000 per kilogram, naik dua kali lipat dari harga sebelumnya yang hanya Rp 20.000 per kilogram.
Siabi Kokunsi, seorang pedagang setempat, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh dua faktor utama.
Faktor pertama adalah cuaca yang tidak menentu. Hujan yang terus-menerus mengguyur daerah ini berdampak pada hasil panen, sehingga pasokan cabai rawit menjadi terbatas.
Kondisi ini secara otomatis mendorong harga ke atas karena penawaran yang berkurang.
Faktor kedua adalah mendekatnya bulan suci Ramadan.
Menjelang bulan puasa, permintaan akan cabai rawit meningkat tajam karena banyaknya masyarakat yang mempersiapkan bahan makanan untuk sahur dan berbuka puasa.
Namun, di sisi lain, ketersediaan cabai rawit justru menurun akibat pengaruh cuaca terhadap panen.
“Karena sudah dekat bulan Ramadan, makannya naik. Juga pengaruh cuaca, hujan trus begini,” jelas Siabi. Ia menambahkan, “Makannya rica naik. Sedikit yang jual karena cuaca, tapi permintaan banyak karena sudah dekat puasa.”
Dengan kondisi ini, para pedagang dan pembeli di Kotamobagu harus menyesuaikan dengan harga baru yang berlaku.
Kenaikan harga cabai rawit ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama dalam menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah. ***












