• Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Tentang Kami
  • Hak Jawab
Selasa, Juni 2, 2026
SuaraBogani.com
  • Login
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Hukrim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Hukrim
No Result
View All Result
SuaraBogani.com
No Result
View All Result
Home Berita

Krisis Pangan Global 2025: Ratusan Jutaan Perut Umat manusia Terancam Kelaparan, Indonesia Harus Siaga

by OmKile'
Juli 11, 2025
in Berita
Krisis Pangan Global 2025: Ratusan Jutaan Perut Umat manusia Terancam Kelaparan, Indonesia Harus Siaga
0
SHARES
550
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SuaraBogani.com— Dunia tengah bergulat dengan ancaman serius yang menyasar hak paling dasar umat manusia: pangan. Laporan terbaru Global Report on Food Crises (GRFC) 2025 mencatat bahwa lebih dari 295 juta orang di seluruh dunia hidup dalam kondisi kelaparan akut—nyaris dua kali lipat dibandingkan tahun 2020.

Krisis ini tak lagi terbatas pada wilayah rawan konflik. Ia menjalar ke negara-negara yang sebelumnya stabil, menembus batas geografis dan menyulut kepanikan global. Kombinasi antara perang bersenjata, perubahan iklim, inflasi, dan kebijakan proteksionis pangan telah menciptakan badai sempurna bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Sejumlah kawasan dunia mengalami kondisi paling parah. Di Sudan, sekitar 25 juta orang mengalami kekurangan pangan, dan hampir 2 juta berada dalam kondisi kelaparan ekstrem (famine-like conditions).

Di Yaman, lebih dari 17 juta orang—termasuk 1 juta anak-anak—menghadapi krisis pangan akut. Sementara itu di Gaza, konflik Israel–Palestina yang terus memanas menyebabkan kerusakan infrastruktur dan terhambatnya distribusi bantuan. Haiti dan Mali pun terguncang oleh ketidakstabilan politik dan kekerasan bersenjata.

Wilayah Afrika Timur seperti Somalia, Ethiopia, dan Kenya menghadapi kekeringan berkepanjangan yang memicu gagal panen dan kelangkaan air. Perubahan iklim memperparah situasi, ditandai dengan gelombang panas ekstrem dan banjir tak menentu.

Menurut sejumlah pakar dari PBB dan organisasi pangan dunia, krisis kali ini bukan karena produksi yang kurang. Dunia sebenarnya masih memproduksi cukup makanan untuk seluruh umat manusia. Namun, distribusinya timpang.

Perang dan kebijakan ekonomi nasionalis menjadi faktor dominan. Konflik antara Rusia–Ukraina mengganggu ekspor gandum dan pupuk global. Di saat yang sama, ketegangan Israel–Iran dan blokade di wilayah Timur Tengah memperburuk stabilitas pasokan pangan dan energi.

Negara-negara produsen seperti India dan Rusia mulai menahan ekspor beras, gandum, dan jagung demi menjaga kebutuhan domestik. Kebijakan ini berdampak langsung pada negara-negara importir di Afrika dan Asia Selatan.

Inflasi global yang didorong konflik geopolitik membuat harga pangan melonjak di banyak negara. Harga gandum dan jagung bahkan naik hingga 200 persen dalam dua tahun terakhir.

Kelemahan nilai tukar mata uang lokal di negara berkembang makin menyulitkan masyarakat membeli bahan pokok. Data dari World Food Programme (WFP) mencatat bahwa lebih dari 59 juta orang terdorong ke jurang kelaparan hanya dalam 18 bulan terakhir, mayoritas akibat tekanan ekonomi dan konflik regional.

Sejumlah Pihak Menilai Indonesia masih berada dalam zona aman, namun tetap tidak kebal dari dampak Inflasi global,kemungkinan akan terjadinya kenaikan sejumlah harga bahan pokokpun tak bisa lagi di pungkiri . Pemerintah telah menyiapkan cadangan beras nasional sebanyak 2 juta ton dan mendorong diversifikasi pangan melalui pengembangan sagu, porang, dan singkong..Meski begitu, ancaman El Niño, kenaikan harga pupuk, serta ketergantungan pada impor kedelai dan gandum menjadi tantangan nyata.

Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan terbarunya menggarisbawahi bahwa Indonesia mampu “survive” dan bahkan dapat menjadi lumbung pangan Asia Tenggara, asalkan kebijakan strategis dijalankan dengan konsisten dan berbasis pada kekuatan lokal.

Krisis ini hanya bisa diatasi dengan kerja sama internasional, Lewat Organisasi dunia Untuk menyerukan:

  • Percepatan bantuan pangan ke wilayah krisis dan konflik
  • Penghapusan hambatan logistik dan ekspor
  • Investasi di pertanian lokal
  • Edukasi pengurangan food waste
  • Perdamayan di Negara_Negara konflik

Sementara Di level komunitas, masyarakat bisa berperan aktif dengan:

  • Mengembangkan pertanian berbasis rumah tangga
  • Mengurangi ketergantungan pada produk pangan impor
  • Mendukung pasar lokal dan sistem distribusi efisien

Krisis pangan dunia bukan lagi ancaman masa depan—ia sedang terjadi sekarang. Ketika Gaza hancur, ketika ladang gandum Ukraina terbakar, dan ketika Sudan kelaparan,Iran Memblokade jalur Minyak, dunia tak boleh lagi menutup mata Pada Pecepatan Perdamayan Global.

“Kita bukan kekurangan makanan, kita kekurangan moral ” — José Graziano da Silva, mantan Direktur FAO.

Indonesia, sebagai negara agraris dengan potensi besar, harus mengambil peran strategis. Bukan hanya menyelamatkan diri ancaman Krisis ini , tetapi menjadi bagian dari solusi global. Namun semua itu hanya akan terwujud jika kita peduli dan bertindak sekarang…..

Tags: #KonflikGlobaldisversifikasiEl ninoFaktor DominanglobalGRFCInflasi GlobalInvestasiPertaniankonflikSolusi
Previous Post

DPD RI Usulkan Pembentukan CDOB Tahun 2025, BMR Masuk Daftar Prioritas

Next Post

Pagelaran Budaya & Live Musik : Gigs Dadakan IV, Ruang berkabung di Monibi Institute

Next Post
Pagelaran Budaya & Live Musik : Gigs Dadakan IV, Ruang berkabung di Monibi Institute

Pagelaran Budaya & Live Musik : Gigs Dadakan IV, Ruang berkabung di Monibi Institute

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dukungan Menguat, Bolaang Mongondow Raya Makin Dekat Jadi Provinsi

Dukungan Menguat, Bolaang Mongondow Raya Makin Dekat Jadi Provinsi

Mei 8, 2025
Kripik Azzahra Mendapat Kunjungan Komisi ll DPRD Provinsi Sulawesi Utara

Kripik Azzahra Mendapat Kunjungan Komisi ll DPRD Provinsi Sulawesi Utara

Februari 4, 2025
Wali Kota Kotamobagu dan Bupati Bolmong Bertemu Menteri UMKM RI, Bahas Penguatan Ekonomi

Wali Kota Kotamobagu dan Bupati Bolmong Bertemu Menteri UMKM RI, Bahas Penguatan Ekonomi

Mei 14, 2025
Disperindag Sulut Identifikasi Umkm Berpotensi Expor,,Rumah Keripik Azzahra Jadi Fokus Utama

Disperindag Sulut Identifikasi Umkm Berpotensi Expor,,Rumah Keripik Azzahra Jadi Fokus Utama

Maret 20, 2025
Aurel Kerap Dibully, Atta Halilintar Ingatkan Bijak dan Tak Kejam untuk Membalas

Aurel Kerap Dibully, Atta Halilintar Ingatkan Bijak dan Tak Kejam untuk Membalas

Dua Faktor Utama Kenaikan Harga Rica di Kotamobagu

Dua Faktor Utama Kenaikan Harga Rica di Kotamobagu

Kotamobagu Raih Piala Adipura ke-10: Pengakuan atas Dedikasi Lingkungan

Kotamobagu Raih Piala Adipura ke-10: Pengakuan atas Dedikasi Lingkungan

Tim Resmob Polres Kotamobagu Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Uang Tunai Rp. 76 Juta

Tim Resmob Polres Kotamobagu Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Uang Tunai Rp. 76 Juta

Hadirkan BLK dan Bantuan TKM, Bupati Yusra Alhabsyi Dapat Apresiasi Masyarakat

Hadirkan BLK dan Bantuan TKM, Bupati Yusra Alhabsyi Dapat Apresiasi Masyarakat

Juni 1, 2026
Wali Kota Weny Gaib Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Dirangkaikan Harkitnas 

Wali Kota Weny Gaib Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Dirangkaikan Harkitnas 

Juni 1, 2026
GP Ansor Lolayan Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang Solimandungan Bersatu

GP Ansor Lolayan Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang Solimandungan Bersatu

Mei 31, 2026
Mita Manolang Pimpin Aksi Kemanusiaan, Pemdes Tungoi II Hadir untuk Korban Banjir

Mita Manolang Pimpin Aksi Kemanusiaan, Pemdes Tungoi II Hadir untuk Korban Banjir

Mei 30, 2026

Recent News

Hadirkan BLK dan Bantuan TKM, Bupati Yusra Alhabsyi Dapat Apresiasi Masyarakat

Hadirkan BLK dan Bantuan TKM, Bupati Yusra Alhabsyi Dapat Apresiasi Masyarakat

Juni 1, 2026
7
Wali Kota Weny Gaib Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Dirangkaikan Harkitnas 

Wali Kota Weny Gaib Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Dirangkaikan Harkitnas 

Juni 1, 2026
5
GP Ansor Lolayan Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang Solimandungan Bersatu

GP Ansor Lolayan Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang Solimandungan Bersatu

Mei 31, 2026
46
Mita Manolang Pimpin Aksi Kemanusiaan, Pemdes Tungoi II Hadir untuk Korban Banjir

Mita Manolang Pimpin Aksi Kemanusiaan, Pemdes Tungoi II Hadir untuk Korban Banjir

Mei 30, 2026
25
SuaraBogani.com

© 2024 Suara Bogani

Navigate Site

  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Tentang Kami
  • Hak Jawab

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Hukrim

© 2024 Suara Bogani

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.