Warga Sulawesi Utara diimbau untuk lebih waspada dalam beberapa hari ke depan, mengingat kondisi cuaca yang cenderung tidak stabil. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sulut diperkirakan akan mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir pada beberapa titik, khususnya di wilayah pesisir dan pegunungan.

Suhu udara di Sulawesi Utara saat ini berkisar antara 23°C hingga 32°C, dengan kelembapan udara mencapai 70-95 persen. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan, terutama pada siang hingga sore hari.
BMKG mencatat beberapa daerah seperti Manado, Tomohon, Minahasa, Bitung, dan Bolaang Mongondow berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Warga yang tinggal di daerah dataran tinggi dan bantaran sungai diminta untuk tetap waspada terhadap potensi longsor dan banjir.
Di wilayah pesisir dan laut Sulawesi Utara, gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian 1,5 hingga 2,5 meter. Nelayan dan pelaku transportasi laut diimbau untuk tidak memaksakan diri berlayar jika cuaca terlihat memburuk, demi menjaga keselamatan.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan situasi dan telah menyiagakan tim tanggap bencana. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi, serta menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan disertai petir.
Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer, kami memantau berbagai fenomena atmosfer yang mempengaruhi cuaca di wilayah Sulawesi Utara antara lain nilai anomali OLR (Outgoing Longwave Radiation) menunjukkan anomali negatif dan spasial Gelombang Equatorial Rossby yang bergerak melintasi wilayah Sulawesi Utara turut memperkuat peningkatan aktivitas konvektif. Selanjutnya faktor penunjang lain yaitu potensi terbentuknya pertemuan massa udara (konvergensi), kondisi lokal akibat labilitas atmosfer dalam kondisi labil dan kelembaban udara yang tinggi hingga lapisan atas mendukung pertumbuhan awan-awan hujan semakin intens.
Kombinasi dari fenomena-fenomena tersebut membentuk kondisi atmosfer yang mendukung terjadinya hujan dengan akumulasi harian tertinggi dalam satu kabupaten/kota di Manado, Bitung, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolmong, Bolmong Timur, Bolmong Selatan, Kep. Sitaro, Kep. Sangihe dan Kep. Talaud dalam beberapa hari kedepan.
Kami menghimbau masyarakat dan pemerintah di Sulawesi Utara agar dapat meningkatkan Kewaspadaan Dan Kesiapsiagaan terhadap peningkatan curah hujan dan angin kencang sebagai tindakan antisipasi bencana hidrometeorologi (genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang) terlebih khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir. “ungkap BMKG Sulawesi Utara dalam postingan di salah satu Medsosnya”
Cuaca di Sulawesi Utara masih berpotensi berubah cepat dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan gelombang tinggi. Tetap ikuti informasi resmi dari BMKG agar dapat mengambil tindakan yang tepat saat kondisi cuaca ekstrem melanda.














