Suarabogani.com— Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Tungoi Bersatu Kecamatan Lolayan sejak siang hingga sore hari menyebabkan banjir di sejumlah titik permukiman warga. Luapan air terjadi akibat meningkatnya debit air di aliran Sungai Tungoi yang tidak mampu lagi menampung volume air hujan.
Air mulai masuk ke rumah-rumah warga setelah permukaan sungai naik secara signifikan. Beberapa akses jalan desa juga dilaporkan tergenang, sehingga aktivitas masyarakat menjadi terganggu.
Warga terpaksa mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
Menurut keterangan warga setempat, kondisi ini kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi dalam waktu yang cukup lama.
Namun, kali ini debit air sungai meningkat lebih cepat dari biasanya, sehingga banjir datang tanpa banyak waktu untuk persiapan.

Sejumlah warga menyebutkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terbesar dalam kurun waktu sekitar 10 tahun terakhir, mengingat ketinggian air yang melampaui kejadian-kejadian sebelumnya.
Hal ini membuat masyarakat semakin cemas akan kemungkinan banjir yang lebih besar jika hujan terus berlanjut.
“Kami berharap hujan segera reda supaya air sungai tidak terus bertambah. Kalau hujan masih turun, kami khawatir banjir akan semakin parah,” ujar salah satu warga. (20/04)
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.
Selain itu, warga juga diharapkan saling membantu dan menjaga keselamatan selama kondisi cuaca masih belum bersahabat. (Idiex)













