Manado, 6 Februari 2025 – Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Sulawesi Utara mengikuti seleksi Kurasi Wanua, sebuah program Rutin Setiap Tahun yang di selenggarakan Bank Indonesia KPW Sulawesi Utara, Kurasi ini bertujuan untuk menyeleksi produk-produk unggulan SULUT yang memiliki dayasaing hingga ke pasar ekspor.
Acara seleksi ini digelar di Hotel Luansa, Manado, diikuti oleh Alumni Wanua dan juga peserta yang lolos seleksi wanua 2025. Program Wanua sendiri adalah wadah bagi UMKM untuk mendapatkan pendampingan, pelatihan, serta peluang bisnis yang lebih luas, termasuk akses ke pasar global.

Program Wanua sendiri sebelumnya bernama WUBI (Wirausaha Unggulan Bank Indonesia) dan ditahun 2024 mendapat pengantian nama WANUA (Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara),, program Bank Indonesia yang diselenggarakan di berbagai wilayah di Indonesia setiap tahunnya.
Tujuan utama Program ini adalah mencari UMKM baru yang berpotensi serta membina UMKM yang sudah berkembang agar dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka hingga ke tingkat ekspor.
Kurasi Wanua 2025 di Sulawesi Utara mencatat antusiasme yang tinggi dari para pelaku UMKM. Mereka berasal dari berbagai sektor usaha, seperti kuliner, fesyen, kriya, hingga produk berbasis bahan baku lokal. Dari ratusan peserta yang mendaftar, hanya UMKM terbaik yang berhasil lolos seleksi ketat yang dilakukan oleh tim dari Bank Indonesia serta pakar industri terkait.
“Kami sangat mengapresiasi semangat para pelaku UMKM di Sulawesi Utara. Tahun ini, kualitas produk yang masuk kurasi semakin meningkat, menandakan bahwa para pengusaha lokal semakin sadar akan pentingnya inovasi dan standarisasi produk untuk bersaing di pasar internasional,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara.
Seleksi Kurasi Wanua 2025 tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap UMKM yang mengikuti program ini harus melalui beberapa tahap, di antaranya:
1. Seleksi Administrasi – UMKM harus memenuhi persyaratan dasar, seperti legalitas usaha, kejelasan produk, dan kapasitas produksi.
2. Penilaian Produk – Produk yang diusulkan dinilai dari berbagai aspek, termasuk kualitas bahan, inovasi, daya tarik pasar, hingga potensi ekspor.
3. Pendampingan dan Pelatihan – UMKM yang lolos akan mendapatkan pelatihan langsung dari mentor dan pakar industri terkait pengemasan produk, branding, strategi pemasaran digital, serta akses ke pasar global.
Dari proses tersebut, UMKM yang terpilih akan mendapatkan peluang untuk masuk dalam jaringan pemasaran yang lebih luas, termasuk potensi untuk mengikuti pameran internasional.
Para pelaku UMKM yang berhasil lolos seleksi mengungkapkan rasa syukur dan optimisme terhadap masa depan usaha mereka.
Salah satu peserta yang mengikuti kurasi Erina Mokodompi, pemilik usaha ”Rumah Keripik Azzahra Keripik” dengan Brand Bongkai’ dan bawang merah Goreng Ma’Fa asal Kotamobagu mengungkapkan Rasa Bangganya Produk yang dia miliki bisa masuk kedalam tahapan Kurasi.”Kami berharap dengan bimbingan dari Bank Indonesia dan para mentor, produk kami bisa tembus ke pasar ekspor. Kami sangat termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas,” ujar Erina..

Selain itu, peserta lain Summi Susanti Mokoagow, pengusaha kopi asal Bilalang Kotamobagu dengan Brand MOJAGO, menyatakan bahwa program ini sangat membantu pelaku UMKM memahami standar global,
“Dari Kurasi Wanua, saya belajar banyak tentang pengemasan produk yang sesuai standar ekspor. Ini kesempatan emas bagi UMKM lokal untuk berkembang,” tutup Santi sapaan Akrab…

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung UMKM melalui berbagai program pendampingan, fasilitasi perizinan, hingga akses pembiayaan serta Bantuan Peralatan penunjang Produksi Bagi UMKM potensial Lewat dana CSR yang mereka gelontorkan setiap Tahunya.
Kurasi Wanua merupakan salah satu strategi dalam mendorong UMKM agar mampu bersaing di pasar internasional.”Kami ingin memastikan bahwa UMKM Indonesia, khususnya dari Sulawesi Utara, tidak hanya mampu bertahan tetapi juga berkembang di tingkat lokal menuju tingkat global. Melalui program ini, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk masuk ke ekosistem ekonomi digital dan ekspor,” jelas perwakilan Bank Indonesia.
Kurasi Wanua 2025 di Sulawesi Utara menjadi bukti nyata bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor. Dengan bimbingan dan dukungan yang tepat, pelaku usaha kecil dan menengah di daerah ini dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Ke depan, diharapkan lebih banyak UMKM yang mampu bersaing di tingkat internasional, membawa produk unggulan Sulawesi Utara ke panggung global. Program seperti Kurasi Wanua menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi para pelaku UMKM di Indonesia..














