Suarabogani.com, 10 Februari 2025– Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di JX International Convention Exhibition, Surabaya, pada Senin (10/2/2025). Kongres yang berlangsung hingga 16 Februari 2025 ini mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban.” Ribuan peserta dari berbagai daerah hadir untuk mengikuti agenda besar organisasi perempuan NU ini.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa peran perempuan, khususnya kaum ibu, sangat penting dalam menentukan masa depan bangsa. Ia menyebut bahwa kaum ibu memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter generasi penerus dan menjaga ketahanan keluarga sebagai pilar utama negara. “Yang menentukan nasib dan masa depan bangsa ini adalah emak-emak,” ujar Prabowo, disambut tepuk tangan meriah dari peserta kongres.
Acara pembukaan kongres ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus PBNU, di antaranya Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Katib ‘Aam PBNU KH. Ahmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal PBNU H. Saifullah Yusuf, serta Bendahara Umum PBNU H. Gudfan Arif Ghofur. Hadir pula Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH. Anwar Mansyur dan Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz. Kehadiran para tokoh NU ini menunjukkan pentingnya peran Muslimat NU dalam organisasi dan masyarakat.
Selain tokoh NU, kongres ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih serta para duta besar negara sahabat. Kehadiran mereka mencerminkan perhatian besar terhadap peran strategis Muslimat NU dalam pembangunan nasional dan kerja sama internasional. Muslimat NU selama ini dikenal aktif dalam bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan, menjadikannya salah satu organisasi perempuan Islam terbesar di Indonesia.
Kongres XVIII Muslimat NU dijadwalkan akan membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Fokus utama dalam kongres ini mencakup penguatan kemandirian ekonomi, peran perempuan dalam pendidikan karakter, serta pelestarian nilai-nilai tradisi Islam yang moderat. Dengan semakin kompleksnya tantangan zaman, Muslimat NU berupaya merumuskan langkah-langkah konkret untuk memperkuat perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain sidang pleno dan diskusi panel, kongres ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti seminar, pelatihan kewirausahaan, serta program penguatan kapasitas bagi anggota Muslimat NU dari seluruh Indonesia. Diharapkan melalui kongres ini, Muslimat NU dapat semakin berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadaban.
Dengan digelarnya Kongres XVIII ini, Muslimat NU berkomitmen untuk terus menjaga tradisi keislaman yang moderat dan inklusif, serta memperkuat kemandirian di berbagai bidang. Kongres ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi landasan bagi Muslimat NU dalam menghadapi tantangan ke depan, sekaligus memperkokoh perannya dalam memperjuangkan kesejahteraan umat dan bangsa. ***














