SuaraBogani__Dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak nilam mengalami kenaikan signifikan. Pada September 2024, harga minyak nilam mencapai Rp1.950.000 per kilogram di tingkat agen pengumpul. Kenaikan ini menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya, di mana harga minyak nilam sempat berada di kisaran Rp630.000 per kilogram.
Indonesia merupakan produsen utama minyak nilam dunia, menguasai sekitar 95% pasar global. Minyak nilam Indonesia diekspor ke berbagai negara, termasuk Singapura, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, Swiss, dan Inggris. Tingginya permintaan global terhadap minyak nilam menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga komoditas ini.
Namun, meskipun Indonesia menjadi pengekspor utama, negara ini belum mampu menentukan harga minyak nilam di pasar internasional. Hal ini disebabkan oleh posisi Indonesia sebagai price taker, di mana harga sangat dipengaruhi oleh fluktuasi dan dinamika perdagangan global.
Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah berencana memperbaiki tata kelola niaga nilam. Salah satu langkah yang diambil adalah mengundang investor untuk berinvestasi dalam industri minyak nilam, dengan tujuan menciptakan persaingan yang sehat dan mencegah monopoli harga oleh pengepul besar.
Selain itu, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian berkomitmen meningkatkan kualitas produksi minyak nilam, memperluas jaringan perdagangan ekspor, dan mendorong pengembangan teknologi pengolahan. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor minyak nilam Indonesia secara berkelanjutan.
Namun, rencana tata kelola baru ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani nilam. Mereka khawatir regulasi yang diterapkan pemerintah justru akan berdampak pada stabilitas harga minyak nilam di pasar domestik.

“Sekarang harga lagi bagus, tapi kalau ada intervensi yang tidak sesuai, bisa saja harga anjlok lagi seperti beberapa tahun lalu,” ujar Dolli’, seorang petani nilam Asal Kotamobagu
Kekhawatiran utama petani adalah kemungkinan adanya mekanisme harga yang justru menguntungkan pihak investor besar dibandingkan petani kecil. Jika regulasi tidak berpihak pada petani, mereka khawatir keuntungan yang selama ini dinikmati akibat kenaikan harga akan kembali berkurang.
Pemerintah menegaskan bahwa regulasi yang disiapkan bertujuan untuk mendukung petani dan memastikan keberlanjutan industri minyak nilam. Beberapa program yang dirancang meliputi:
1. Subsidi dan Bantuan untuk Petani
Pemerintah berencana memberikan subsidi bagi petani nilam, baik dalam bentuk pupuk, bibit unggul, maupun pelatihan teknik pertanian yang lebih efisien.
2. Harga Acuan dan Skema Stabilisasi
Untuk menghindari fluktuasi harga yang ekstrem, pemerintah sedang mengkaji skema harga acuan yang dapat menjaga kestabilan harga minyak nilam.
3. Peningkatan Kualitas Minyak Nilam
Melalui program pelatihan dan pendampingan, pemerintah ingin memastikan minyak nilam Indonesia memiliki standar mutu internasional sehingga bisa bersaing di pasar global dengan harga yang lebih baik.
4. Kemitraan dengan Swasta dan Industri
Petani diharapkan dapat bermitra langsung dengan industri yang membutuhkan minyak nilam, seperti industri parfum, kosmetik, dan farmasi, sehingga ada kepastian pasar dan harga yang lebih stabil..
Harga minyak nilam yang terus meroket menjadi kabar baik bagi petani, tetapi rencana pemerintah dalam tata kelola niaga nilam juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Jika regulasi yang diterapkan tidak memperhatikan kepentingan petani, ada risiko harga menjadi tidak stabil dan keuntungan yang dinikmati petani saat ini bisa berkurang.
Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak kepada petani, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan daya saing minyak nilam Indonesia di pasar global. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pihak industri menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan sektor ini…














