Suarabogani.com– Komitmen memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui forum diskusi strategis yang digelar bersama manajemen PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) dan perwakilan masyarakat lingkar tambang, Kamis (23/04).
Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Yusra Alhabsyi, didampingi Wakil Bupati Dony Lumenta, serta berlangsung dalam suasana dialog terbuka di Ruang Rapat Bupati. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa kehadiran investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan harus selaras dengan kebutuhan masyarakat serta regulasi daerah yang berlaku.
Salah satu isu paling krusial yang menjadi perhatian serius adalah persoalan banjir di Desa Bakan. Pemerintah daerah bersama PT JRBM sepakat membentuk tim gabungan untuk mengkaji secara komprehensif penyebab banjir sekaligus merumuskan langkah penanganan teknis yang tepat dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, rencana program CSR PT JRBM tahun 2026 akan dikonsultasikan secara kolektif ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Langkah ini dinilai penting guna menyelaraskan kebijakan pusat dengan Peraturan Daerah (Perda) Bolmong tentang TJSL badan usaha.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemkab Bolmong juga mengambil langkah tegas. Seluruh kontraktor yang bekerja sama dengan PT JRBM diwajibkan melapor ke Dinas Tenaga Kerja dan memastikan setiap pekerja terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin hak-hak pekerja tetap terpenuhi.
Menariknya, forum ini juga melahirkan terobosan di sektor ekonomi kerakyatan. PT JRBM akan menjalin kemitraan dengan Perusahaan Daerah Gadasera untuk mengembangkan UMKM lokal secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Sejumlah produk unggulan siap dikembangkan, mulai dari cocomesh (jaring sabut kelapa), pupuk organik, budidaya kelapa genjah, hingga produk kemasan ikan teri. Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat lingkar tambang.
Forum strategis ini turut dihadiri jajaran Forkopimca, termasuk Kapolsek dan Danramil Lolayan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta kepala dinas terkait seperti PUPR, Lingkungan Hidup, Disnaker, Perdagangan, dan ESDM.
Tak kalah penting, para Sangadi (Kepala Desa) dan Ketua BPD dari wilayah lingkar tambang juga hadir secara langsung, di antaranya dari Desa Lolayan, Desa Mopusi, dan Desa Matali Baru. Kehadiran mereka menjadi representasi nyata suara masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun hubungan yang semakin harmonis dan produktif antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Sinergi yang kuat diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan daerah yang adil, transparan, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat. (***)










