KOTAMOBAGU, 1 Januari 2025 Mengawali tahun baru 2025, Dhiya Nursyifa Andu, seorang pelajar sekolah dasar Negri Desa Bungko yang berbakat, memperkenalkan jenis unggas baru hasil persilangan bebek Rambon dan Jali. Bebek ini diberi nama “Bebek Raja”, sebuah singkatan yang mencerminkan asal-usul genetiknya.
Bebek Raja memiliki ciri khas unik berupa perpaduan warna perak setengah keabu-abuan yang mencerminkan dominasi warna bebek Rambon, serta sentuhan kemerahan dari bebek Jali. Penampilannya yang khas ini membuat Bebek Raja menarik perhatian masyarakat sekitar.

Menurut Dhiya, inspirasi untuk menciptakan penamaan Bebek Raja muncul dari keinginannya untuk melihat hasil persilangan dua jenis bebek yang berbeda. “Dhiya ingin mencoba sesuatu yang baru. Bebek Rambon terkenal kuat, dan bebek Jali punya warna yang menarik. Jadi, dhiya gabungkan keduanya, dan hasilnya luar biasa,” ujar Dhiya dengan penuh antusias.
Peluncuran Bebek Raja ini menjadi momen spesial yang bertepatan dengan perayaan tahun baru 2025. Keluarga Dhiya berharap Bebek Raja dapat menjadi inspirasi bagi para peternak lokal untuk terus berinovasi dalam mengembangkan varietas unggas unggulan. 
Keluarga Dhiya menyambut baik kehadiran Bebek Raja ini. Beberapa bahkan mulai menunjukkan minat untuk mencoba memeliharanya. “Kalau bisa berkembang, Bebek Raja ini punya potensi jadi unggulan desa kita,” ujar Shila kakaknya.
Dengan semangat baru di awal tahun, Dhiya berharap Bebek Raja dapat menjadi simbol kreativitas dan inovasi bagi masyarakat Desa Bungko.(team SB)














