BOLMONG, Sutrisno Ungko, Sangadi Desa Tungoi Satu sekaligus mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Lolayan, menegaskan dirinya tidak pernah melakukan pemalakan kepada warga selama sembilan tahun masa jabatannya. Pernyataan tegas ini disampaikan setelah beredar tuduhan yang mencemarkan nama baiknya di media sosial.
Sutrisno Ungko menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan telah merugikan nama baik serta integritasnya sebagai pemimpin desa.”Angka 500 ribu mungkin besar untuk pribadi semiskin saya, tapi itu sangat kecil dibandingkan harga diri saya,” ucapnya dengan nada serius.
Ia menegaskan bahwa sebagai pemimpin, dirinya selalu berkomitmen menjalankan tugas dengan Baik. “Selama ini saya menjalankan amanah dengan baik dan tidak pernah meminta atau memalak warga. Tuduhan seperti ini harus disikapi dengan tegas karena menyangkut kehormatan saya,” tambah Sutrisno. (28/12/2024)
Dalam pernyataan lanjutannya, ia menyebutkan bahwa dirinya akan mencari keadilan atas tuduhan tersebut. “Ini bukan ancaman, tapi peringatan bahwa saya akan mencari keadilan. Siapapun kamu yang membuat tuduhan ini, saya akan menuntut klarifikasi dan penyelesaian,” katanya.
Sutrisno yang sebelumnya pernah memimpin Gerakan Pemuda Ansor di Kecamatan Lolayan mengajak masyarakat Desa Tungoi Satu untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya. “Saya percaya pada hukum dan kebenaran. Masyarakat juga harus cerdas menyaring informasi,”tutupnya.
Pihak desa Tungoi Satu dan warga diminta untuk tetap tenang serta menunggu langkah hukum atau klarifikasi lebih lanjut. Sutrisno juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. (Idiex)














