Di tengah dinamika pemilihan Wakil Wali Kota Kotamobagu yang semakin panas, Rendy Virgiawan Mangkat (RVM), calon Wakil Wali Kota yang berpasangan dengan dokter Weny Gaib, SpM, tampil dengan pesan yang kuat dan penuh makna.
Saat bersilaturahmi dengan warga Togop pada Kamis (3/10/2024), Rendy tidak hanya menyampaikan visi dan misinya, tetapi juga menekankan pentingnya toleransi, persatuan, dan kolaborasi dalam membangun masa depan Kotamobagu.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, Rendy memulai pidatonya dengan ajakan yang lugas namun menyentuh.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam menghadapi tantangan dan membangun Kotamobagu bersama-sama.
Bukan hanya sekadar slogan, tetapi Rendy membawa pesan ini dengan landasan pengalaman pribadi yang penuh makna.
“Membangun Kotamobagu memerlukan kekuatan dari semua pihak. Kolaborasi itu sangat penting, terutama karena kita hidup dalam masyarakat yang heterogen,” ujar Rendy di hadapan warga yang hadir.
Dengan penuh keyakinan, Rendy menegaskan bahwa keragaman yang ada di Kotamobagu bukanlah sebuah halangan, melainkan kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan kota ini.
Toleransi Sebagai Fondasi
Pesan tentang pentingnya kolaborasi ini semakin kuat ketika Rendy berbagi cerita pribadi yang memperlihatkan bagaimana toleransi menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidupnya.
Ia menceritakan bahwa keluarganya adalah bukti nyata dari keberhasilan hidup di tengah perbedaan.
Istrinya adalah seorang mualaf, sementara ibunya memeluk agama yang berbeda.
Meski begitu, mereka hidup harmonis dan saling menghormati satu sama lain.
“Ini adalah bukti nyata bahwa toleransi adalah fondasi kuat dalam kehidupan kita sehari-hari. Kalau di keluarga saya bisa, maka saya yakin kita juga bisa membawa semangat ini ke tingkat yang lebih luas, untuk membangun Kotamobagu yang lebih baik,” tambah Rendy sambil disambut tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.
Cerita ini bukan hanya menggambarkan kepribadian Rendy yang hangat dan terbuka, tetapi juga memperlihatkan bahwa ia memahami dengan baik tantangan yang dihadapi masyarakat Kotamobagu, yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.
Rendy percaya bahwa perbedaan ini harus menjadi jembatan untuk saling melengkapi, bukan tembok yang memisahkan.
“Kotamobagu memiliki potensi besar, tetapi potensi ini hanya bisa kita wujudkan jika kita mau bekerja sama. Tidak ada yang bisa berjalan sendiri. Kita harus bersama-sama mengatasi masalah, merencanakan masa depan, dan membangun kota ini agar menjadi tempat yang lebih baik untuk semua orang,” tegas Rendy.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan. Setiap individu, katanya, memiliki peran yang tak tergantikan dalam mewujudkan Kotamobagu yang lebih maju.














