BOLMONG – Prestasi membanggakan datang dari desa Tungoi 1, dengan dua putri terbaik, Zahrah Doe dan Cantika Mokodompit putri dari Rano Mokodompit, yang berhasil mengharumkan nama daerah dan desa tungoi satu, di ajang bergengsi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ke-30. Acara ini diselenggarakan di Samarinda, Kalimantan Timur, dan menjadi momen bersejarah bagi kedua pelajar ini.
Wandi Doe, orang tua Zahrah, dalam ungkapan emosionalnya menyampaikan rasa bangga yang mendalam terhadap pencapaian kedua anak tersebut. “Orang lain mungkin menganggap ini adalah hal yang biasa, tapi bagi kami sebagai orang tua, ini adalah hal yang luar biasa. Terima kasih anakku Zahrah Doe dan juga ananda Cantika Mokodompit yang telah memberikan kebanggaan kepada kami dan keluarga serta mengharumkan nama desa Tungoi 1 di kancah nasional,” ujar Wandi. (Jumat,06/09/2024)
Partisipasi mereka di ajang MTQ nasional ini juga sekaligus menjadi prestasi bersejarah bagi desa Tungoi 1, di mana keduanya mungkin akan menjadi pelajar pertama dari keluarga yang akan menginjakkan kaki di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wandi juga mengungkapkan harapannya agar anak-anak tersebut terus semangat dan giat belajar. “Perjalanan kalian untuk meraih prestasi dan mengukir sejarah masih panjang. Doa kami, orang tua, akan selalu menyertai setiap langkah kaki dan perjuangan kalian. Semoga kalian menjadi inspirasi bagi anak-anak Tungoi 1 untuk lebih giat belajar dan bisa mengukir prestasi di bidang apapun,” tambahnya.
Dengan semangat yang tinggi, Zahrah dan Cantika diharapkan dapat terus menjadi teladan bagi generasi muda di Desa Tungoi Satu, membawa inspirasi dan kebanggaan bagi masyarakat dan keluarga di masa yang akan datang. (WA)














