Sebuah kekecewaan mendalam terjadi di Rumah Sakit Umum Pobundayan, dimana seorang pasien mengalami pengalaman yang mengecewakan dalam penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD).
Hal ini menjadi sorotan serius dari masyarakat, menyuarakan keprihatinan akan standar pelayanan kesehatan yang harusnya lebih baik.
Peristiwa ini melibatkan seorang pria yang menjadi korban kecelakaan motor di Desa Adow, Kecamatan Bolaang Mongondow Selatan.
Sang suami dijemput dari Puskesmas Desa Adow dan langsung dibawa ke UGD RS Umum Pobundayan sebelum waktu magrib.
Namun, yang didapatkan hanyalah pelayanan yang minim, terbatas pada pemasangan infus, suntikan anti nyeri, dan obat untuk maag.
Dokter yang bertanggung jawab bahkan menyarankan untuk menunda pemeriksaan rontgen dan tidak memberikan izin untuk makan sampai tengah malam.
Keluarga pasien merasa frustrasi dengan kurangnya penanganan yang memadai dan kelangsungan proses perawatan yang jelas.
Meskipun keluarga mengeluh berulang kali kepada dokter dan petugas medis di UGD, namun tidak ada tanggapan yang memuaskan atau penanganan lanjutan yang disediakan.
“Saya sebagai masyarakat biasa merasa sangat kecewa dengan sikap dan penanganan dokter dan petugas di UGD. Saya meminta keadilan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang pantas dan memadai,” ungkap salah satu anggota keluarga pasien.
Pengalaman ini menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan di UGD RS Umum Pobundayan dan sistem penanganan pasien yang lebih efektif.
Masyarakat berharap agar pihak rumah sakit dapat meninjau kembali prosedur dan sikap pelayanan kesehatan mereka, demi kepentingan dan keadilan para pasien yang membutuhkan pertolongan medis. ***













