MANADO — Atrium Mantos 3 Manado menjadi ruang bertemunya para pelaku usaha, komunitas dan masyarakat dalam gelaran Urban Digi Fest 2026, yang mencapai puncaknya pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Berlangsung sejak 12 Agustus, kegiatan ini menghadirkan beragam produk dan kreativitas Sulawesi Utara. Mulai dari kopi, makanan dan minuman UMKM, hingga batik lokal Sulut ikut mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat.
Salah satu tema yang mencuri perhatian adalah Sulut Coffee Fest. Di sini, pengusaha kopi dan UMKM binaan mendapat kesempatan memperkenalkan produk sekaligus bertemu langsung dengan konsumen dan komunitas.
Namun Urban Digi Fest 2026 tidak sekadar berbicara tentang produk. Edukasi dan pengembangan kapasitas menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan.
Bank Indonesia Sulawesi Utara menghadirkan dua pembicara yang menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung.
Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, hadir dr. Aisah Dahlan, CMHt., CM.NLP. Kehadirannya membawa pembahasan dari sisi manusia—bagaimana pola pikir, komunikasi dan kemampuan mengelola diri menjadi bagian penting dalam kehidupan maupun membangun usaha.
Bagi pelaku UMKM, pesan tersebut terasa dekat. Sebab, membangun bisnis bukan hanya tentang modal dan produk, tetapi juga tentang kemampuan menghadapi tekanan, memahami orang lain, membangun komunikasi dan terus berkembang.
Sehari berikutnya, Minggu sore, 16 Agustus 2026, perhatian beralih kepada Rian Wibawa, sosok yang memiliki pengalaman di dunia specialty coffee dan kompetisi brewing internasional.
Kehadirannya sangat relevan dengan Sulut Coffee Fest. Para pelaku kopi mendapat kesempatan untuk melihat dunia kopi dari perspektif seorang brewer berpengalaman, mulai dari kualitas, teknik penyeduhan hingga bagaimana kopi dapat memiliki nilai lebih melalui pengetahuan dan kreativitas.
Dua pembicara tersebut datang dari dunia yang berbeda, tetapi membawa satu pesan yang sama: pelaku usaha harus terus belajar dan meningkatkan kualitas.
Yang menarik dari Urban Digi Fest 2026 adalah keberagaman pelaku usaha yang hadir.

Kopi tidak berdiri sendiri. Di lokasi kegiatan, masyarakat juga dapat menemukan berbagai produk makanan dan minuman UMKM serta produk kreatif lainnya.
Pertemuan berbagai sektor ini memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi kreatif Sulut sebenarnya sangat besar. Kopi membawa potensi perkebunan dan cita rasa daerah. Kuliner membawa kreativitas masyarakat. Batik membawa identitas budaya.
Ketiganya memiliki peluang untuk berkembang apabila dipertemukan dengan pemasaran, teknologi dan pasar yang tepat.
Bagi pelaku UMKM, event seperti Urban Digi Fest memiliki arti lebih dari sekadar tempat memajang produk.
Di sinilah mereka dapat bertemu konsumen secara langsung, memperkenalkan merek, menerima masukan dan membuka peluang kerja sama.
Di tengah perkembangan digital, pemasaran memang semakin mudah dilakukan melalui media sosial. Namun interaksi langsung tetap penting karena konsumen dapat melihat, mencoba dan mengenal produk sekaligus cerita di baliknya.
Karena itu, kegiatan yang mempertemukan UMKM dengan masyarakat dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu produk lokal semakin dikenal.
Keterlibatan Bank Indonesia Sulawesi Utara menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem tersebut.
UMKM tidak cukup hanya diberi ruang untuk berjualan. Mereka juga membutuhkan edukasi, peningkatan kapasitas, akses pasar, digitalisasi dan jejaring.
Kehadiran dr. Aisah Dahlan, CMHt., CM.NLP. dan Rian Wibawa memperlihatkan dua sisi pengembangan kapasitas: manusia yang menjalankan usaha dan kualitas produk yang dihasilkan.
Di satu sisi, pelaku usaha perlu memiliki kemampuan mengelola diri dan membangun komunikasi. Di sisi lain, produk yang ditawarkan harus memiliki kualitas dan daya saing.
Puncak Urban Digi Fest 2026 Minggu malam, 16 Agustus 2026, menjadi puncak rangkaian Urban Digi Fest 2026.
Berbagai latar belakang berkumpul di satu tempat—pengusaha kopi binaan, UMKM makanan dan minuman, pelaku ekonomi kreatif, pengusaha batik lokal, komunitas hingga masyarakat umum.
Puncak acara menjadi momentum untuk merayakan rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa hari.Tetapi pekerjaan sebenarnya baru dimulai setelah festival berakhir.
Harapannya, pertemuan selama Urban Digi Fest 2026 tidak berhenti sebagai foto dan keramaian. Ada pelanggan baru, kerja sama baru, pengetahuan baru dan pasar baru yang dibawa pulang oleh para pelaku usaha.
Sebab, keberhasilan sebuah festival bukan hanya seberapa ramai pengunjungnya, tetapi seberapa besar dampaknya terhadap pelaku usaha yang terlibat.
Urban Digi Fest 2026 telah memperlihatkan bahwa Sulawesi Utara memiliki banyak potensi untuk dikembangkan.
Kopi, kuliner, batik dan produk kreatif lokal memiliki cerita masing-masing. Tantangannya adalah bagaimana cerita itu dikemas menjadi produk yang berkualitas, memiliki nilai jual dan mampu bersaing lebih jauh.
Melalui Sulut Coffee Fest sebagai salah satu tema dalam Urban Digi Fest 2026, kopi menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi tersebut.
Dan malam ini, ketika rangkaian acara mencapai puncaknya, satu pesan menjadi semakin jelas:
Produk lokal Sulawesi Utara tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah ruang, kualitas, keberanian berinovasi dan akses menuju pasar yang lebih luas. (Tim/SB)














