• Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Tentang Kami
  • Hak Jawab
Senin, Juli 6, 2026
SuaraBogani.com
  • Login
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Hukrim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Hukrim
No Result
View All Result
SuaraBogani.com
No Result
View All Result
Home Berita

Rangkong Sulawesi Masih Bertahan: Jejak Sayap Eksotis di Hutan Totabuan

by OmKile'
Agustus 2, 2025
in Berita, Bolmong, Bolmut, Bolsel, Boltim, Daerah, Kotamobagu
Rangkong Sulawesi Masih Bertahan: Jejak Sayap Eksotis di Hutan Totabuan
0
SHARES
317
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SuaraBogani.com__Bolaang Mongondow Raya – Di tengah gempuran deforestasi dan alih fungsi lahan, satu suara masih menggema dari dalam rimba Totabuan, Suara khas burung Rangkong Sulawesi (Rhyticeros cassidix). Satwa endemis yang dikenal dengan paruh besar dan balung unik ini masih dapat dijumpai di beberapa sudut hutan primer Bolaang Mongondow Raya, meski dalam jumlah yang semakin terbatas.

Burung yang oleh masyarakat Mongondow disebut Kalow ini bukan sekadar ikon fauna Sulawesi. Burung ini memegang peranan penting dalam ekosistem hutan, terutama sebagai penyebar biji alami yang membantu regenerasi pepohonan tropis. Dengan paruh mencolok dan suara nyaring yang mampu terdengar hingga radius ratusan meter, kehadirannya menandakan hutan yang sehat dan utuh.

“Burung rangkong sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Mereka hanya akan tinggal di hutan primer yang masih lestari. Itu sebabnya, jika hutan rusak, mereka akan pergi atau punah,” ujar Amu’ Mokoginta, pemerhati lingkungan yang telah lebih dari satu dekade menjelajahi hutan-hutan Bolaang Mongondow Raya.

Menurut Amu’, burung ini masih bisa dijumpai di beberapa kawasan seperti Atoga dan Bukaka di Bolaang Mongondow Timur. Sementara di wilayah barat, habitatnya mencakup Pegunungan Dumoga, Perkebunan Siniyung, dan Muara Pusian. Bahkan di Kotamobagu, burung ini masih terlihat di sekitar Pegunungan Poyowa.

Abo Mokoagow, aktivis Singgolong Explorer, juga menguatkan pengamatan tersebut. Dalam tiga ekspedisi pada tahun lalu, ia bersama timnya menyaksikan langsung burung rangkong di Mobalang, Ponikian, dan Mau’. “Semoga generasi mendatang masih bisa menyaksikan langsung atraksi alami dari burung endemis ini, bukan hanya dari buku atau layar,” tuturnya.

Namun, keberadaan rangkong kian terancam oleh berbagai aktivitas manusia. Alih fungsi hutan untuk pertambang , serta perburuan liar telah mempersempit habitatnya. Banyak pihak mulai menyuarakan perlunya langkah konkret untuk memastikan burung ini tidak mengalami nasib yang sama seperti rusa dan anoa, dua satwa khas Sulawesi yang dulu pernah banyak hidup di Totabuan namun kini dianggap sudah hampir punah secara lokal karena hampir tak lagi dapat di jumpai di kawasan Hutan Mongondow Raya.

“Jangan sampai kita kehilangan rangkong seperti rusa dan anoa yang hampir punah dan lenyap dari hutan-hutan Bolaang Mongondow raya. Jika tidak ada perlindungan nyata, kita hanya tinggal mengenal nama dan cerita,” tegas Amu’.

Sebagai respon terhadap situasi tersebut, harapan pun bermunculan. Banyak aktivis dan pemerhati lingkungan mendesak pemerintah dan lembaga konservasi untuk menginisiasi program penangkaran (breeding) burung rangkong dan beberapa hewan endemik lainya. Langkah ini dinilai strategis sebagai penyelamatan spesies dari ambang kepunahan. Hewan hasil penangkaran nantinya bisa dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya setelah melalui proses rehabilitasi.

“Kalau bisa ada pusat konservasi rangkong di Totabuan. Bukan hanya untuk melindungi, tapi juga untuk edukasi dan menjadi objek wisata ekologi,” kata Abo’.

Pelestarian satwa ini juga harus melibatkan masyarakat lokal secara aktif. Edukasi, patroli hutan berbasis komunitas, serta pengembangan ekowisata berbasis keanekaragaman hayati adalah pendekatan yang kini dinilai paling efektif. Selain meningkatkan kesadaran publik, cara ini juga membuka peluang ekonomi baru tanpa merusak alam.

Dengan statusnya sebagai hewan dilindungi dan endemis Sulawesi, Rangkong Sulawesi bukan sekadar simbol keunikan fauna lokal. Ia adalah indikator kesehatan hutan dan bagian dari warisan alam Nusantara yang tak ternilai. Menyelamatkan rangkong adalah langkah nyata menyelamatkan ekosistem,,,,, “Singgolong Explorer”

Tags: AnoaBMRfaunaKalowRangkongSinggolong ExplorerSpesies EndemikSpesiesNusantara
Previous Post

Pantai Ariang, Pasir Putih yang Hampir Terlupakan di Bolaang Mongondow Timur

Next Post

Turnamen Sepak Bola “Karang Taruna Cup 2025” Resmi Dibuka, Meriahkan HUT RI ke-80

Next Post
Turnamen Sepak Bola “Karang Taruna Cup 2025” Resmi Dibuka, Meriahkan HUT RI ke-80

Turnamen Sepak Bola "Karang Taruna Cup 2025" Resmi Dibuka, Meriahkan HUT RI ke-80

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dukungan Menguat, Bolaang Mongondow Raya Makin Dekat Jadi Provinsi

Dukungan Menguat, Bolaang Mongondow Raya Makin Dekat Jadi Provinsi

Mei 8, 2025
Wali Kota Kotamobagu dan Bupati Bolmong Bertemu Menteri UMKM RI, Bahas Penguatan Ekonomi

Wali Kota Kotamobagu dan Bupati Bolmong Bertemu Menteri UMKM RI, Bahas Penguatan Ekonomi

Mei 14, 2025
Kripik Azzahra Mendapat Kunjungan Komisi ll DPRD Provinsi Sulawesi Utara

Kripik Azzahra Mendapat Kunjungan Komisi ll DPRD Provinsi Sulawesi Utara

Februari 4, 2025
Disperindag Sulut Identifikasi Umkm Berpotensi Expor,,Rumah Keripik Azzahra Jadi Fokus Utama

Disperindag Sulut Identifikasi Umkm Berpotensi Expor,,Rumah Keripik Azzahra Jadi Fokus Utama

Maret 20, 2025
Aurel Kerap Dibully, Atta Halilintar Ingatkan Bijak dan Tak Kejam untuk Membalas

Aurel Kerap Dibully, Atta Halilintar Ingatkan Bijak dan Tak Kejam untuk Membalas

Dua Faktor Utama Kenaikan Harga Rica di Kotamobagu

Dua Faktor Utama Kenaikan Harga Rica di Kotamobagu

Kotamobagu Raih Piala Adipura ke-10: Pengakuan atas Dedikasi Lingkungan

Kotamobagu Raih Piala Adipura ke-10: Pengakuan atas Dedikasi Lingkungan

Tim Resmob Polres Kotamobagu Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Uang Tunai Rp. 76 Juta

Tim Resmob Polres Kotamobagu Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Uang Tunai Rp. 76 Juta

Kepemimpinan Ratu Dareda, Puskud Sulut Mantapkan Langkah Lewat RAT 2025

Kepemimpinan Ratu Dareda, Puskud Sulut Mantapkan Langkah Lewat RAT 2025

Juni 30, 2026
Fathimah Azzahra, Suara Kritis Mahasiswi UI yang Menjadi Sorotan Publik

Fathimah Azzahra, Suara Kritis Mahasiswi UI yang Menjadi Sorotan Publik

Juni 29, 2026
Rapat perdana YLBH Bogani Indonesia Mantapkan Pelayanan Hukum

Rapat perdana YLBH Bogani Indonesia Mantapkan Pelayanan Hukum

Juni 28, 2026
 Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan dan Energi di PENAS Petani-Nelayan XVII

 Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan dan Energi di PENAS Petani-Nelayan XVII

Juni 25, 2026

Recent News

Kepemimpinan Ratu Dareda, Puskud Sulut Mantapkan Langkah Lewat RAT 2025

Kepemimpinan Ratu Dareda, Puskud Sulut Mantapkan Langkah Lewat RAT 2025

Juni 30, 2026
139
Fathimah Azzahra, Suara Kritis Mahasiswi UI yang Menjadi Sorotan Publik

Fathimah Azzahra, Suara Kritis Mahasiswi UI yang Menjadi Sorotan Publik

Juni 29, 2026
4
Rapat perdana YLBH Bogani Indonesia Mantapkan Pelayanan Hukum

Rapat perdana YLBH Bogani Indonesia Mantapkan Pelayanan Hukum

Juni 28, 2026
130
 Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan dan Energi di PENAS Petani-Nelayan XVII

 Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan dan Energi di PENAS Petani-Nelayan XVII

Juni 25, 2026
54
SuaraBogani.com

© 2024 Suara Bogani

Navigate Site

  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Tentang Kami
  • Hak Jawab

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Hukrim

© 2024 Suara Bogani

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.