SuaraBogani.com__ Harapan Baru Dari Lamasia!!! The Next Best Player Inilah Sebutan Untuknya… Kita semua tahu Akademi Lamasia, akademi yang selalu menjadi wadah untuk anak-anak yang berbakat khususnya bagi masa depan Barcelona.
Jika dulu kita menyebut Lamine Yamal sebagai The Next Messi, maka sekarang lamasia telah mempunyai The Next Lamine Yamal. Fode Diallo, itulah namanya bocah yang berusia 13 tahun ini telah mencatatkan rekor di akademi lamasia bahkan telah melampaui rekor Lamine Yamal di saat Lamine masih di akademi tersebut.

Fode Diallo kini telah mempunyai rekor yang sangat tidak mungkin di lakukan oleh anak seusianya yaitu 97 Gol dalam 30 Pertandingan. Rekor yang bahkan anak seusianya masih memikirkan bagaimana cara mencari teman untuk bermain tapi, Fode Diallo sudah memikirkan bagaimana cara mencetak gol lebih banyak lagi ke gawang lawan. Bocah 13 tahun ini mencetak rata-rata 3 Gol dalam satu pertandingan yang artinya dalam setiap pertandingan dia selalu melakukan yang namanya hattrick.
Meskipun usianya yang masih belia, di balik prestasi yang membanggakan itu Fode Diallo memiliki kematangan bermain yang jarang dimiliki oleh pemain seusianya. Di tengah lapangan hijau Fode Diallo di kenal sebagai penyerang tajam, yang bisa bermain di posisi ujung tombak atau melebar ke sayap. Diallo juga memiliki kecepatan yang sangat menonjol bahkan di berbagai pertandingan dia mencetak gol dengan posisi yang sulit.
Dengan tubuh yang masih dalam tahap perkembangan, ia mampu memanfaatkan akselerasi pendek dan melewati dua bahkan tiga pemain sekaligus kombinasi dari kecepatan dan kelincahan inilah yang membuatnya nyaris tak terhentikan disaat dia memegang bola dengan usianya yang masih begitu belia.
Namun yang membuat Diallo semakin istimewa adalah dia bukan hanya mampu mecetak gol dengan kecepatan dan kelincahan yang dia miliki, melainkan dia juga sering memberikan umpan kepada rekan setimnya ketika berada di posisi lebih baik.
Akan tetapi, kita perlu mengingat bahwa Lamasia bukanlah sekedar akademi yang menaikkan kelas para pemainya secara terburu-buru. Lamasia lebih mementingkan mental para pemainya baru berbicara tentang tekanan dan ekspektasi, begitu juga dengan Diallo yang termasuk dalam recana jangka panjang ini meski mencetak banyak gol dia tetap bermain di kelompok usianya dan menjalani setiap bimbingan dengan konsisten.
Hal ini menjadi sangat penting, mengingat banyak pemain yang bersinar di usia muda dan di berikan sorotan terlalu cepat sehingga membuat mereka tenggelam akan hal itu, Barcelona sangat berhati-hati agar tidak menjadi korban lagi dari “bakat yang terlalu cepat bersinar”.
Jika, Fode Diallo konsisten dengan prestasinya maka masa depanya akan terlihat cerah karena, dia memiliki semua modal dasarnya: teknik, tinggi, visi bermain luas, kerja sama tim yang baik dan tentu saja, ketajaman mencetak gol yang langka dan menarik.
Dengan dukungan akademi terbaik di dunia serta sudah mencetak banyak pemain berprestasi dan legenda, Fode Diallo bisa menjadi wajah baru untuk Barcelona dalam satu dekade kedepan. Mungkin dunia baru mengetahuinya akan tetapi mereka yang berada di dalam akademi lamasia sudah mengetahui bahwa Fode Diallo bukanlah bocah biasa, boca bukan sembarang bocah.














