BOLMONG, Komunitas Kakao Jaya Totabuan (KAJATA) mengadakan kegiatan sosialisasi tentang proses pembibitan tanaman kakao serta edukasi menanam kakao untuk memaksimalkan hasil panen. Acara yang berlangsung pada Minggu ini dihadiri oleh para petani anggota KAJATA di wilayah BMR dan narasumber dari PT MARS, perusahaan yang bergerak di bidang budidaya kakao.
Ketua Komunitas KAJATA, Sutrisno Ungko, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan ide dari pengurus KAJATA sebagai ajang silaturahmi antar petani, serta untuk saling memberikan inspirasi dan edukasi. Sutrisno menambahkan bahwa KAJATA terbentuk sejak tahun 2023 dan pertemuan ini merupakan yang kelima. Hingga kini, komunitas tersebut sudah memiliki lebih dari 70 anggota.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada petani kakao agar mereka bisa memberdayakan diri dan memproduksi hasil panen yang maksimal,” ujar Sutrisno. Ia juga berharap para peserta sosialisasi mengikuti kegiatan dengan serius agar dapat mengelola kebun kakao mereka dengan lebih baik.
Sangadi Desa Tungoi Satu tersebut juga menegaskan bahwa KAJATA serius mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan kakao sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. “Harga kakao saat ini tinggi, namun tanpa pemahaman yang baik tentang penanaman dan pengelolaan, kita tidak akan bisa memetik hasil maksimal,” tambahnya. Minggu 24/07/2024
Sisilia Niwayan Wirasti dari PT MARS dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kualitas dan ekspor kakao Indonesia mengalami penurunan karena struktur tanah yang berubah, kelangkaan pupuk, dan ketergantungan pada klon tertentu. PT MARS menawarkan berbagai klon seperti BB O1, KW O9, S1, S2, Mcc 02, dan Mcc O1 untuk memaksimalkan produksi panen.
“Harga kakao saat ini mencapai 120 ribu rupiah, bahkan pada panen raya lalu mencapai 160 ribu rupiah. Diperkirakan harga kakao tidak akan turun signifikan dalam tujuh tahun ke depan,” ujar Sisilia. Ia juga menambahkan bahwa meskipun sulit merubah mindset petani, kondisi pasar kakao saat ini sangat menguntungkan.
Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, serta edukasi tentang proses pembuatan bibit kakao yang benar. Sisilia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan KAJATA BMR yang telah mempercayakan PT MARS untuk memberikan materi dan edukasi. “Semoga kegiatan ini bermanfaat dan memberikan motivasi kepada petani lain untuk menekuni tanaman kakao,” pungkasnya. (WA)














