Kenaikan harga beras di Kota Kotamobagu telah mencapai puncaknya dengan tembusnya angka Rp17 ribu per kilogram.
Hal ini mengundang kekhawatiran dan keluhan dari sebagian warga, termasuk Yayen, yang menyatakan keprihatinannya terhadap lonjakan harga tersebut.
“Betul, harga beras sudah tembus Rp17 ribu untuk yang kualitas bagus,” ujar Yayen, seorang warga Kotamobagu, pada Rabu (7/3/2024).
Keprihatinan ini muncul karena kenaikan harga beras yang cukup drastis dalam kurun waktu singkat.
Sebagai tanggapan atas keluhan ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kotamobagu, Piter Suli, menyatakan akan segera mengambil tindakan dengan berkoordinasi bersama dinas perdagangan dan pertanian.
“Kami di sini bertugas sebagai pemantau harga oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Pangan Nasional. Saya akan berkoordinasi dengan dinas perdagangan terkait pasokan dan dinas pertanian terkait produksi,” ungkap Piter Suli.
Langkah-langkah konkret diharapkan dapat segera diambil untuk mengatasi lonjakan harga beras yang memberikan dampak pada ekonomi masyarakat.
Meskipun demikian, belum ada keputusan resmi terkait langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk menstabilkan harga beras di Kotamobagu.
Situasi ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan masyarakat dalam menghadapi permasalahan harga beras yang terus meningkat.
Semoga langkah-langkah yang diambil dapat memberikan solusi yang memuaskan bagi semua pihak yang terdampak. ***














