Suarabogani.com,KOTAMOBAGU– Ajang drag race yang digelar di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Minggu (9/8/2026), mendadak berubah menjadi tragedi berdarah.
Suara deru mesin dan sorak-sorai penonton seketika berubah menjadi kepanikan setelah salah satu kendaraan balap mengalami crash dan kehilangan kendali. Mobil tersebut meluncur keluar lintasan hingga menghantam sejumlah penonton yang berada di sekitar ujung garis finis.
Sedikitnya 16 orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden mengerikan tersebut. Enam orang di antaranya dikabarkan meninggal dunia, sementara 10 korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sejumlah korban dilaporkan dilarikan ke rumah sakit, termasuk RSUD Pobundayan Kotamobagu, untuk menjalani penanganan medis. Hingga berita ini ditayangkan, kondisi sejumlah korban masih dalam penanganan tenaga kesehatan.
Peristiwa tersebut sontak membuat lokasi balapan berubah menjadi kepanikan. Penonton berhamburan menyelamatkan diri, sementara warga dan petugas berupaya mengevakuasi para korban dari sekitar lintasan.
Ajang drag race yang diselenggarakan oleh Muda Charaka dan Tidar itu pun langsung dihentikan setelah kecelakaan terjadi.
Insiden maut ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai aspek keselamatan penyelenggaraan kegiatan. Informasi sementara menyebutkan bahwa posisi penonton berada cukup dekat dengan lintasan, sementara pengamanan di area ujung garis finis diduga belum mampu memberikan perlindungan maksimal apabila terjadi kendaraan kehilangan kendali.
Namun demikian, penyebab pasti kecelakaan serta dugaan adanya kelalaian dalam penyelenggaraan kegiatan masih harus dibuktikan melalui penyelidikan resmi.
Pihak kepolisian diharapkan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi kejadian, termasuk kondisi lintasan, sistem pengamanan, pembatas antara lintasan dan penonton, serta prosedur keselamatan yang diterapkan panitia.
Penyelenggara kegiatan juga akan dimintai keterangan terkait rangkaian peristiwa tersebut. Jika dalam proses penyelidikan ditemukan adanya pelanggaran atau kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban, proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tragedi di Upai ini menjadi duka sekaligus peringatan keras bahwa keselamatan penonton dan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan olahraga otomotif.
Hingga berita ini diterbitkan, data jumlah korban dan identitas korban meninggal dunia masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang dan fasilitas kesehatan. (SB/Tim)













