Suarabogani.com– Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Bogani Indonesia (YLBH_BI) menggelar rapat perdana yang berlangsung di Caffe Kopi Korot, Kotamobagu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh dewan pembina, dewan pengawas, jajaran pengurus, serta seluruh anggota YLBH_BI sebagai langkah awal memperkuat konsolidasi organisasi.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua YLBH Bogani Indonesia, Wens Alexander Boyangan, SH., MH., yang menegaskan pentingnya membangun sinergi dan komitmen seluruh unsur yayasan dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.
Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, di antaranya:
1.Perkenalan dewan pembina, dewan pengawas, pengurus, dan anggota.
2.Penyusunan program kerja YLBH Bogani Indonesia Tahun 2026.
3.Pembahasan mekanisme pelayanan bantuan hukum kepada masyarakat.
4.Ramah tamah sebagai ajang mempererat silaturahmi antaranggota.
Direktur YLBH Bogani Indonesia, Ahmad Daud, SH., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan lembaga ini merupakan bentuk komitmen untuk memberikan pendampingan dan bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam mengakses keadilan.
“YLBH Bogani Indonesia hadir untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin memastikan setiap warga memperoleh hak yang sama di hadapan hukum serta mendapatkan pendampingan hukum secara profesional dan berkeadilan,” ujar Ahmad Daud (27/06) 
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina YLBH Bogani Indonesia, Wens Alexander Boyangan, SH., MH., berharap seluruh pembina, pengawas, pengurus, dan anggota dapat bekerja sama serta saling mendukung dalam menjalankan visi organisasi.
“Harapan kami, seluruh keluarga besar YLBH Bogani Indonesia dapat saling membantu dan bekerja sama demi kepentingan masyarakat, khususnya dalam memberikan bantuan hukum Kepada masyarakat membutuhkan keadilan dan tidak mampu tentu yang diakses, profesional, dan berkeadilan,” ungkapnya.
Rapat perdana tersebut menjadi momentum penting bagi YLBH Bogani Indonesia dalam menyusun arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat komitmen untuk memberikan pelayanan bantuan hukum yang berkualitas, sehingga kehadirannya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bolaang Mongondow Raya dan Sulawesi Utara. (SB/Tim)













