BOLMONG – Eldy Manggo Penambang manual, Warga Desa Tungoi Satu, Kecamatan Lolayan menyampaikan harapannya agar emas hasil penambang manual di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) segera dibeli oleh para pelaku usaha dan toko emas.
Pasalnya, hingga saat ini sejumlah toko emas disebut masih enggan menerima atau membeli emas dari penambang rakyat.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan penambang tradisional. Mereka mengaku kesulitan memutar hasil kerja karena emas yang diperoleh belum terserap pasar, sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan.
Apalagi, momen Hari Raya Idul Fitri yang tinggal menghitung waktu membuat para penambang semakin berharap adanya kepastian. Banyak keluarga menggantungkan kebutuhan lebaran dari hasil penjualan emas, mulai dari kebutuhan pokok hingga persiapan hari raya.
Eldy menilai, perlu ada solusi bersama untuk para penambang dan pelaku usaha emas agar situasi ini tidak berlarut-larut.
Ia berharap toko emas dapat kembali membuka ruang pembelian dengan tetap memperhatikan aturan dan standar yang berlaku.
“Penambang manual ini hanya ingin hasil kerja mereka dihargai. Apalagi lebaran sudah dekat, tentu kebutuhan meningkat,” ujar Eldy. (03/03)
Dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih fluktuatif, dukungan terhadap sektor pertambangan rakyat dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal, khususnya menjelang momentum besar seperti Idul Fitri. (Idiex)














