Suarabogani.com_ Warga Desa Tungoi Satu, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, mengeluhkan kondisi air sungai yang keruh dan berlumpur selama lebih dari tiga hari terakhir. Air yang biasanya jernih kini berwarna cokelat pekat, menimbulkan kekhawatiran dan keresahan masyarakat yang bergantung pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Keluhan juga ramai disuarakan di media sosial. Seorang warga menuliskan:
“Sudah lebih dari 3 hari air kolam keruh dan berlumpur. Biasanya setelah hujan, hanya dalam waktu beberapa jam saja air sudah kembali jernih. Setelah ditelusuri… ternyata ada tambang baru dibuka (entah legal atau tidak) di bagian atas sungai Tungoi Putih di Desa TUNGOI SATU. Man teman, mohon saran:
1. Apa yg bisa kulakukan agar usaha pembibitan & pembesaran ikan masih bisa berjalan?
2. Bagaimana supaya ikan tidak mati karena kekurangan oksigen?
3. Apakah boleh minta kompensasi? Sebagai pemanfaat air sungai? Agar bisa sama-sama hidup?
Usaha ikan saya bisa gulung tikar kalau begini terus.” keluhan warga melalui media sosial (25/04/2025)
Warga menduga, kondisi air yang memburuk ini disebabkan oleh aktivitas tambang emas ilegal di bagian hulu sungai. Muncul kabar bahwa sebuah lokasi tambang baru tengah beroperasi di wilayah tersebut, namun belum jelas apakah kegiatan tersebut memiliki izin resmi atau tidak.
Menanggapi keresahan warga, Pemerintah Desa melalui Kepala Dusun 10, Novi Bawole, membenarkan adanya aktivitas alat berat di sekitar aliran Sungai Tungoi Putih.
“Memang benar ada kegiatan alat berat di dekat sungai. Kami masih menelusuri informasi lengkapnya apakah kegiatan tersebut memiliki izin atau tidak,” ujar Novi.
Masyarakat berharap agar pemerintah segera turun tangan menyelidiki dan mengambil tindakan atas dugaan kerusakan lingkungan yang terjadi. (SB/Tim)














