Pada tahun 2025, Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam produksi beras, dengan target mencapai 32,29 juta ton, melebihi kebutuhan domestik yang diperkirakan sekitar 31 juta ton. Sehingga Presiden Prabow Subianto merestui Indonesia untuk mengekspor beras ke berbagai negara di dunia, di karenakan stok beras di Indonesia mencukupi sementara ada sejumlah negara yang mendekat Indonesia, agar Indonesia mau mengekspor beras.
Prabowo menekankan tidak perlu mencari untung besar atas ekspor tersebut, hal ini menunjukan Indonesia merupakan bangsa yang bisa membantu dan memberi kepada bangsa lain.
Sehingga dengan meningkatnya produksi beras dalam 4 bulan terakhir Presiden Indonesia Prabowo Subianto meminta BUMN, TNI dan POLRI untuk mempercepat pembangunan gudang gudang penyimpanan beras.

“Dengan perhitungan bahwa kita sudah sangat cukup produksi kita ada beberapa negara yang sudah mendekati kita, Saya dapat laporan dari mentri pertanian menkopangan beberapa negara meminta agar kita kirim beras ke mereka, Saya izinkan dan saya perintah akan kirim beras ke mereka dan kalau perlu atas dasar kemanusiaan, Kita jangan terlalu cari untung besar yang penting ongkos produksi plus angkutan plus administrasi kembali. Kita buktikan Bangsa Indonesia sekarang menjadi bangsa bukan bangsa yang minta – minta. – Presiden Indonesia Prabowo Subianto –
Ketentuan Ekspor Beras di Beberapa Negara
-
Indonesia: Meskipun Indonesia menargetkan swasembada beras dan tidak melakukan impor pada tahun 2025, pemerintah tetap mempertimbangkan impor sebesar 1 juta ton dari India untuk menjaga stabilitas pasokan hingga musim panen utama.
- India: Sebagai eksportir beras terbesar dunia, India telah mencabut batas harga ekspor beras putih non-basmati untuk mendorong ekspor, setelah sebelumnya memberlakukan pembatasan pada tahun 2023.
- Kebijakan Devisa Indonesia: Mulai tahun 2025, Indonesia mewajibkan eksportir sumber daya alam untuk menahan devisa hasil ekspor di dalam negeri selama minimal satu tahun, meningkat dari ketentuan sebelumnya yang hanya tiga bulan.
Dengan proyeksi produksi yang melebihi kebutuhan domestik dan kebijakan pemerintah yang mendukung, Indonesia berada pada jalur menuju swasembada beras pada tahun 2025. Namun, dinamika pasar global dan kebijakan ekspor negara lain seperti India tetap menjadi faktor penting yang mempengaruhi strategi perdagangan dan ketahanan pangan nasional.














