Suarabogani.com_ Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 2024 yang digelar di Bali resmi menetapkan kembali Gus Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB untuk periode 2024-2029.
Keputusan ini menunjukkan soliditas dan kepercayaan penuh dari para kader terhadap kepemimpinan Gus Muhaimin dalam membawa PKB semakin maju dan berkontribusi dalam dinamika politik nasional.
Sebagai tindak lanjut dari keputusan muktamar tersebut, DPP PKB langsung melakukan sosialisasi program sebagai bentuk komitmen dan transformasi untuk menjawab tantangan zaman.
Sosialisasi ini ditujukan kepada seluruh kader di semua tingkatan, baik dalam struktur kepengurusan maupun yang sudah menjadi anggota legislatif di DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI. Dengan adanya program ini, diharapkan kader PKB semakin siap dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk kepentingan rakyat.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian sosialisasi ini adalah kegiatan yang digelar di Manado pada 16 Februari 2025.
Acara ini berlangsung di Hotel Peninsula Manado dan dihadiri oleh para Ketua DPC PKB se-Sulawesi Utara serta anggota DPRD dari seluruh wilayah Sulawesi Utara. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan peran kader PKB di daerah dalam menjalankan visi dan misi partai.
Beberapa tokoh penting PKB turut hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini, di antaranya M. Hanif Dhakiri, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum 3 DPP PKB Bidang Ideologi dan Kaderisasi sekaligus Wakil Ketua Komisi XI DPR RI.
Selain itu, hadir pula Gus Abdullah dari Komisi III DPR RI serta Gus Rivqy Abdul Halim dari Komisi VI DPR RI. Kehadiran mereka memberikan wawasan dan pembekalan kepada kader dalam memahami dinamika politik dan kebijakan nasional.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPW PKB Sulawesi Utara, Yusra Alhabsyi, SE, yang juga merupakan Bupati terpilih Kabupaten Bolaang Mongondow.
Dalam sambutannya, Yusra menegaskan pentingnya kader PKB untuk terus memperkuat konsolidasi dan meningkatkan kompetensi, baik dalam menjalankan tugas sebagai anggota legislatif maupun dalam mengawal kepentingan masyarakat di daerah masing-masing.
Melalui rangkaian sosialisasi dan bimbingan teknis ini, PKB berharap seluruh kader mampu memahami dan mengimplementasikan program partai dengan lebih efektif.
Dengan demikian, kader PKB tidak hanya menjadi bagian dari struktur politik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Dengan adanya program ini, PKB semakin menegaskan posisinya sebagai partai yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan rakyat.
Konsolidasi yang kuat di tingkat daerah diharapkan dapat memperkuat peran PKB dalam kancah politik nasional, serta memastikan bahwa setiap kebijakan dan langkah partai tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan nilai-nilai kebangsaan. ***














