Suarabogani.com, 16 Januari 2025 — Konflik panjang antara Palestina dan Israel telah menjadi salah satu isu global yang tak kunjung selesai. Namun, Al-Qur’an memberikan panduan penting terkait perdamaian, yang diharapkan bisa menjadi landasan untuk mencapai solusi yang adil antara kedua belah pihak. Tiga ayat Al-Qur’an yang sering dijadikan rujukan terkait perdamaian antara Palestina dan Israel adalah Surah Al-Maidah ayat 21, Surah Al-Baqarah ayat 224, dan Surah An-Nisa’ ayat 114.
Surah Al-Maidah Ayat 21 mengisahkan perbincangan Nabi Musa AS dengan pengikutnya mengenai tanah Palestina. Ayat ini mengajarkan pentingnya memasuki tanah suci yang telah ditentukan oleh Allah untuk umat-Nya, dan dengan demikian menunjukkan bahwa tanah tersebut memiliki kedudukan yang sangat penting dalam agama Islam.
Surah Al-Baqarah Ayat 224 mengingatkan umat Islam bahwa sumpah tidak boleh dijadikan alasan untuk menghalangi perdamaian. Ayat ini menegaskan bahwa perdamaian harus diutamakan, dan segala bentuk perselisihan yang disebabkan oleh sumpah harus diselesaikan dengan jalan yang lebih baik. Dalam konteks konflik Israel-Palestina, hal ini mengajak semua pihak untuk mengutamakan rekonsiliasi dan bukan kebencian atau permusuhan yang berkepanjangan.
Surah An-Nisa’ Ayat 114 dengan jelas menganjurkan perdamaian. Ayat ini menegaskan bahwa amal baik dan perdamaian akan mendatangkan rahmat dan keberkahan dari Allah. Dalam hal ini, perdamaian bukan hanya sebagai upaya manusiawi, tetapi juga sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan yang memberikan petunjuk untuk hidup berdampingan dalam kedamaian.
Perdamaian antara Palestina dan Israel memang masih menjadi tantangan besar. Namun, melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, umat Islam diajarkan untuk selalu mencari jalan damai, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Mengikuti ajaran Al-Qur’an, diharapkan upaya perdamaian antara Palestina dan Israel dapat terlaksana dengan penuh kebijaksanaan dan rasa saling menghargai. ***














