BOLMONG, SB – Suasana Desa Tungoi 2, Kecamatan Lolayan, tampak luar biasa meriah. Ratusan warga berkumpul dengan penuh semangat untuk menyaksikan dan ikut serta dalam lomba “Momanut Kon Bango”, atau yang lebih dikenal dengan lomba kupas kelapa, yang diselenggarakan oleh tokoh masyarakat tungoi dua, Yuli Bonde atau yang akrab disapa Papa Rip. Kegiatan ini sukses menarik antusiasme warga dari berbagai usia dan latar belakang.
Lomba yang digelar di area terbuka di depan rumah Yuli Bonde ini menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar. “Saya mengadakan lomba ini untuk meramaikan desa Tungoi 2, terlebih khusus di lingkungan rumah, supaya suasana kampung lebih hidup dan warga bisa bersenang-senang sambil melestarikan tradisi kita,”ujar Yuli Bonde saat diwawancarai oleh media ini. Dengan semangat, Papa Rip menjelaskan bahwa acara ini juga bertujuan untuk memperkuat kebersamaan antar warga dan menjaga kearifan lokal. (26/10/2024)
Momanut Kon Bango bukan hanya sekedar lomba biasa. Bagi masyarakat Desa Tungoi 2, kegiatan ini mengandung nilai budaya yang mendalam. Proses mengupas kelapa secara manual, yang pada masa lalu menjadi keterampilan sehari-hari, kini disulap menjadi ajang kompetisi seru yang memadukan kecepatan, ketangkasan, dan teknik.
Sorak-sorai penonton semakin membuat suasana semakin hidup, terutama saat beberapa peserta berhasil mengupas kelapa dengan cara yang cepat dan rapi.
Tidak hanya soal kompetisi, momen kebersamaan antara warga menjadi salah satu poin penting dari kegiatan ini. Masyarakat yang selama ini sibuk dengan aktivitas sehari-hari, kini punya kesempatan untuk berkumpul, berbagi tawa, dan mendukung satu sama lain. Anak-anak, remaja, hingga orang tua, semua hadir memberikan dukungan.
Kegiatan seperti lomba Momanut Kon Bango ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin di Desa Tungoi 2, tidak hanya untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga Meramaikan Desa.
“Kita harus bangga dengan tradisi kita. Semoga dengan adanya acara seperti ini, generasi muda juga semakin mengenal dan mencintai budaya daerah mereka,”tutup Papa Rip penuh harapan.
Dari 25 peserta yang ikut Lomba dan yang mendapat Juara 1 Sutran Kobandaha disusul Yuda Osing juara 2 dan Juara 3 Tantu Dumo.
Dan berakhirnya Lomba Namun tawa dan canda masih terus terdengar, menunjukkan bahwa kegiatan ini telah sukses menghadirkan kebahagiaan dan kebersamaan di tengah masyarakat Desa Tungoi 2. Tidak hanya sekadar lomba, tapi juga bukti nyata bahwa semangat gotong-royong dan kecintaan pada tradisi tetap terjaga.(WA)














