BOLMONG, 14 Agustus 2024 – SDN 2 Tungoi di kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mengalami banjir yang cukup parah. Hujan deras yang melanda kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir menyebabkan setengah dari bangunan sekolah tersebut terendam air.
Kondisi ini membuat sebagian besar fasilitas sekolah tidak bisa digunakan. Ruang kelas, perpustakaan, dan fasilitas lain terendam air, mengakibatkan kerusakan pada berbagai peralatan sekolah serta buku-buku pelajaran. Aktivitas belajar mengajar pun terpaksa dihentikan sementara waktu.

Warga sekitar berharap ada bantuan segera dari pihak terkait, baik dari pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, maupun relawan, untuk membantu proses pembersihan dan pemulihan sekolah. “Kami sangat membutuhkan bantuan, terutama untuk membersihkan lumpur dan air yang menggenangi ruang-ruang kelas,” ujar salah satu Warga disekitar SDN 2 Tungoi.
Sangadi (kepala desa) Tungoi Satu, Sutrisno Ungko, juga turut mengimbau masyarakat untuk berperan serta dalam upaya ini. “Kami memohon bantuan bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam membersihkan sekolah. Gotong-royong ini sangat penting agar anak-anak bisa segera kembali belajar di lingkungan yang aman dan bersih,” kata Sangadi.
Banjir ini tidak hanya mengganggu kegiatan sekolah, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan para siswa dan staf sekolah akibat kondisi lingkungan yang kotor dan lembab. Oleh karena itu, tindakan cepat dan tepat sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan semua pihak yang terdampak.
Masyarakat diharapkan dapat turut serta dalam upaya gotong-royong membersihkan sekolah, sementara pihak berwenang diharapkan dapat segera menurunkan tim bantuan untuk membantu memulihkan kondisi SDN 2 Tungoi agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan normal sesegera mungkin. (WA)*














