BOLMONG, 12 Mei 2024, komunitas petani kakao di wilayah Totabuan berkumpul untuk pertemuan ketiga mereka di Desa Lolayan, Kecamatan Lolayan. Di bawah kepemimpinan yang gigih dari Sutrisno Ungko, pertemuan ini telah menjadi platform vital bagi para petani untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan strategi yang sukses dalam mengelola kebun kakao di Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Antusiasme yang meluap dari petani kakao ini mencerminkan keberhasilan pertemuan sebelumnya yang diadakan antara bulan Maret dan April 2024. Dengan dukungan yang kuat dari masyarakat setempat, pertemuan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis petani, tetapi juga memperkuat jaringan sosial dan kemitraan bisnis di antara mereka.

“Pertemuan ini adalah kesempatan luar biasa bagi kami untuk saling belajar dan bertumbuh bersama,” ungkap Sutrisno Ungko, yang juga merupakan Ketua komunitas petani kakao di Totabuan. “Kami berharap pertemuan ini dapat terus menginspirasi kami untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam usaha kami.”
Menjadi sorotan dari pertemuan kali ini adalah kontribusi materi yang diberikan oleh Pak Irfan Tanggar, seorang ahli pertanian yang telah lama berdedikasi untuk mengembangkan industri kakao di wilayah ini. Dalam presentasinya, Pak Irfan membagikan wawasan mendalam tentang praktik terbaru dalam pemeliharaan tanaman kakao, manajemen hama dan penyakit, serta teknik peningkatan hasil.

“Pak Irfan telah memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi pertemuan kita kali ini,” ujar Sutrisno Ungko. “Pengetahuan dan pengalaman yang beliau bagikan akan menjadi landasan kuat bagi kami untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao kami.”
Dengan semangat yang berkobar-kobar, pertemuan ketiga komunitas petani kakao jaya Totabuan menandai komitmen mereka untuk terus maju dan menghasilkan kakao berkualitas tinggi yang menjadi kebanggaan daerah Bolaang Mongondow Raya. (WA)














