MANADO— Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Business Development Services Indonesia (DPW ABDSI) Sulawesi Utara menggelar diskusi dan sharing session* bersama Yanis Saputra dari International Labour Organization (ILO), guna membahas penguatan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Utara.
Pertemuan yang berlangsung di salah satu rumah kopi di kawasan Megamas, Manado, tersebut menjadi ruang diskusi untuk bertukar gagasan dan merumuskan peluang pengembangan UMKM, khususnya melalui penguatan komoditas unggulan daerah dan perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah agenda menjadi perhatian utama, di antaranya program kerja DPW ABDSI Sulut, pengembangan budidaya nilam, serta upaya membuka akses permodalan yang lebih luas bagi UMKM.
Yanis Saputra dari ILO bersama jajaran DPW ABDSI Sulut melakukan *brainstorming* untuk menggali potensi pengembangan ekosistem komoditas unggulan daerah. Nilam menjadi salah satu komoditas yang dibahas karena memiliki peluang untuk dikembangkan melalui penguatan budidaya, pendampingan usaha, serta pengelolaan rantai nilai yang lebih terarah.

Pembahasan ekosistem komoditas unggulan ini diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan produksi, tetapi juga memperhatikan kesinambungan usaha, pengolahan hasil, akses pasar, serta peluang peningkatan nilai tambah bagi petani dan pelaku UMKM.
Selain pengembangan komoditas nilam, akses pembiayaan turut menjadi topik penting dalam pertemuan tersebut. Ketersediaan modal merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar pelaku UMKM dapat mengembangkan kapasitas produksi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas jangkauan pemasaran.
Diskusi ini juga menjadi kesempatan bagi DPW ABDSI Sulut untuk mengidentifikasi kebutuhan pendampingan UMKM yang lebih sesuai dengan kondisi dan potensi daerah. Kolaborasi antara berbagai pihak dinilai penting dalam membangun ekosistem usaha yang mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.
Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Yanis Saputra dari ILO, I Made Mangku selaku Ketua DPW ABDSI Sulut, Frangky Legi selaku Wakil Ketua DPW, Putu Ega Lestari selaku Wakil Sekretaris DPW, serta Ricky Chandra Samsudin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW ABDSI Sulut.
Melalui pertemuan ini, berbagai gagasan dan masukan diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan program DPW ABDSI Sulut, terutama dalam memperkuat pendampingan UMKM, mengoptimalkan potensi komoditas nilam, dan mendorong kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Sinergi antara organisasi pendamping UMKM dan pihak terkait diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, sehingga potensi ekonomi lokal Sulawesi Utara dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Diskusi di kawasan Megamas, Manado, ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan pertukaran gagasan untuk memperkuat ekosistem UMKM di Sulawesi Utara, dengan menempatkan potensi lokal, pendampingan usaha, dan akses permodalan sebagai aspek penting dalam pengembangan ekonomi daerah.
(Idiex)














