Manado, – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, menghadiri pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan Sparta Tikala pada Sabtu pagi. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai kalangan.
Dalam suasana penuh kebahagiaan, Gubernur menyampaikan rasa syukurnya karena dapat berkumpul bersama umat Muslim serta masyarakat lintas agama dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Ia menilai momentum Idul Fitri bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai waktu refleksi diri.
“Idul Fitri mengajarkan kita tentang kesabaran, pengendalian diri, dan kasih sayang. Nilai-nilai ini harus terus kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya di hadapan jamaah. (21/03)
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Sulawesi Utara merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Filosofi “Torang Samua Basudara” disebutnya sebagai fondasi kuat dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial di daerah tersebut.
Menurutnya, predikat Sulawesi Utara sebagai laboratorium toleransi tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan kerja keras seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk terus merawat kerukunan yang telah terbangun.
“Mari kita jadikan semangat Idul Fitri ini sebagai landasan untuk membangun Sulawesi Utara yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Gubernur atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim. Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin sebagai bagian dari nilai luhur perayaan Idul Fitri.
Perayaan Idul Fitri tahun ini di Manado kembali menjadi simbol kuatnya toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Bumi Nyiur Melambai. (WA)














