BOLMONG Turnamen sepak bola antar dusun desa tungoi satu, kecamatan Lolayan tahun ini menyisakan cerita menarik dari tim Squad Dusun 5. Meski hanya finis di posisi ketiga, Dusun 5 tercatat sebagai tim paling produktif dengan koleksi 14 gol dan hanya kebobolan 3 gol sepanjang kompetisi.
Performa impresif itu dimulai sejak babak penyisihan grup. Pada laga perdana, Dusun 5 tampil garang dengan menggasak Dusun 9 lewat skor telak 4-0. Tidak hanya menang besar, mereka juga menunjukkan lini belakang yang disiplin tanpa memberikan celah sedikit pun kepada lawan.
Di pertandingan kedua, giliran Dusun 4 yang ditaklukkan 2-0. Hasil ini sekaligus memastikan Dusun 5 melaju ke babak berikutnya dengan status tak terkalahkan dan tanpa kebobolan. Catatan dua kemenangan bersih ini membuat banyak pihak mulai menjagokan mereka sebagai kandidat kuat juara.

Babak 8 besar menjadi panggung berikutnya. Menghadapi Dusun 7, pasukan Dusun 5 lagi-lagi tampil solid. Dengan permainan menyerang yang rapi, mereka menang meyakinkan 3-0, sekaligus melangkah mulus ke semifinal dengan rekor sempurna.
Sayangnya, perjalanan apik itu sedikit terhenti di semifinal. Berhadapan lagi dengan Dusun 4, Dusun 5 harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 1-2. Kekalahan ini menjadi satu-satunya noda dalam perjalanan mereka di turnamen.
Meski gagal menembus partai puncak, semangat pemain Dusun 5 tidak surut. Pada laga perebutan juara 3, mereka kembali bangkit dan menundukkan Dusun 1 (Tungoi 2) dengan skor 4-2. Kemenangan ini mengukuhkan posisi Dusun 5 di podium ketiga, sekaligus menegaskan produktivitas lini serang mereka.
Kontribusi para pemain dalam mencetak gol sangat merata. Tomo Mongilong dan Gunawan Simon menjadi top skor tim dengan torehan masing-masing 4 gol. Sementara itu, Irawan Manggo ikut menambahkan 2 gol, lalu Aping Mokodompit, Andi Manggo, Jody Manggopa, dan Viki Lolung masing-masing menyumbangkan 1 gol.
Dengan distribusi gol yang merata itu, Squad Dusun 5 layak disebut sebagai tim dengan daya ledak tinggi. Mereka bukan hanya mengandalkan satu pemain, tetapi memiliki kolektivitas serangan yang membuat lawan kewalahan menghadapi variasi permainan mereka.

Selaku Manajer tim juga Kepala Dusun 5, Samsir Bonde, turut menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap perjuangan tim. “Bagi kami, pencapaian ini luar biasa. Anak-anak sudah berjuang maksimal, dan meski tidak juara satu, mereka sudah membuktikan Dusun 5 adalah tim yang tangguh dan produktif. Saya bangga dengan semangat dan kekompakan mereka,” ujarnya. (19/9)
Sementara itu, Riko Mongilong selaku manajer tim juga memberikan apresiasi tinggi. “Saya bangga dengan seluruh pemain. Mereka bermain dengan hati, disiplin, dan saling mendukung. Hasil juara tiga ini bukan akhir, melainkan awal untuk prestasi yang lebih baik ke depan. Dusun 5 sudah membuktikan bahwa kerja keras dan kebersamaan bisa membawa hasil,” tegas Riko.
(DIEX)














