BOLMONG– Proyek pembangunan ruas jalan penghubung antara Desa Kopandakan II dan Tungoi I akhirnya terealisasi setelah puluhan tahun dinantikan masyarakat. Sekretaris Desa (Sekdes) Tungoi I, Masran Damolawan, menegaskan bahwa persoalan ini tak perlu lagi dipolemikkan karena semua fakta sudah jelas.
Menurut Masran, Pemerintah Desa Tungoi I telah mengusulkan pembangunan jalan tersebut sejak puluhan tahun lalu.
“Fakta bahwa Pemdes Tungoi I yang mengusulkan sejak lama memang benar adanya,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, usulan tersebut mendapatkan perhatian melalui pokok pikiran (pokir) dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow, Febrianto Tangahu.

“Fakta bahwa pokir dari Pak Dewan FT (Febrianto Tangahu) tidak bisa dibantah,” tegasnya.
Masran pun mengakui bahwa realisasi pembangunan jalan ini baru terwujud di masa kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi.
“Harus kita akui, fakta bahwa di periode Bupati Yusra baru bisa terealisasi juga tidak bisa dibantah,” ucapnya.
Ia menegaskan, proyek ini menjadi bukti nyata adanya sinergi antara eksekutif dan legislatif.
“Semua terealisasi karena adanya kerja sama antara eksekutif dan legislatif. Syukur moanto Pak Dewan FT dan Bupati Yusra Alhabsyi,” kata Masran.

Jalan penghubung dengan volume pekerjaan sepanjang 1.050 meter ini dinilai sangat vital karena menjadi akses utama warga dalam aktivitas sehari-hari, baik untuk transportasi, perdagangan, maupun sektor pertanian.
Selama ini, masyarakat Tungoi I kerap mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan sulit dilalui.
Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih lancar dan perekonomian desa semakin tumbuh.
Masran menekankan bahwa masyarakat sebaiknya menyambut pembangunan ini dengan rasa syukur, bukan justru terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif.
“Tinggal kita sebagai masyarakat patut bersyukur karena jalan yang selama ini dikeluhkan akhirnya bisa terwujud,” ujarnya.
“Alhamdulillah, tahun ini impian kita terealisasi. Semoga menjadi berkah dan memberi manfaat luas bagi warga,” tutup Sekdes Tungoi I penuh harap. (Diex)














