BOLMONG– Perdebatan hangat soal penamaan tribun kebanggaan warga Desa Tungoi I hari ini menjadi topik utama yang ramai dibicarakan masyarakat. Perbincangan itu berawal dari gagasan Sangadi Tungoi I saat ini, Sutrisno Ungko, yang mengusulkan penamaan tribun dengan nama “Uyun Tungkagi Stand”. Nama tersebut diambil dari Sangadi pertama Desa Tungoi I, Uyun Tungkagi.
Gagasan Sangadi Sutrisno Ungko itu terinspirasi dari markas klub sepak bola Manchester United, Old Trafford, yang memiliki tribun bernama “Sir Alex Ferguson Stand” sebagai bentuk penghormatan atas jasa panjang sang pelatih legendaris.
Menurut Sutrisno, kata Stand sendiri dalam bahasa Inggris memiliki arti tribun, sehingga wajar jika digunakan untuk menamai fasilitas kebanggaan masyarakat. Namun, justru inilah yang memunculkan pro-kontra di tengah warga.

Sebagian kalangan menilai penggunaan nama tokoh dan marganya dianggap kurang familiar atau terlalu berbeda dari kebiasaan. Ada pula suara yang mengusulkan agar penamaan kembali ke hal-hal klasik seperti nama kebun, bukit, atau sebutan lain yang lebih natural dan minim perdebatan.
Meski begitu, Sutrisno menegaskan bahwa subtansi utama bukan sekadar soal keren atau kekinian, melainkan soal nilai sejarah. “Perlahan, sebagai pemimpin kami harus mengedukasi tentang pentingnya nilai sejarah dalam perjalanan satu komunitas sosial. Maka kembali ke pertanyaan siapa yang pertama sebenarnya?” ujarnya.
Ia menambahkan, pembahasan ini belum sampai pada ranah siapa pemimpin yang terlama, paling berjasa, atau memimpin di masa sulit. Namun, yang paling utama adalah mengingat Sangadi pertama, yang menandai awal sejarah pemerintahan Desa Tungoi I.
“Tak mengapa berbeda pendapat. Berdebat pun jika perlu, karena dari dialektika akan lahir pengetahuan baru. Dan di situlah peran pemimpin, untuk terus mengedukasi,” lanjutnya.
Uyun Tungkagi, meski tercatat hanya sebatas ditugaskan membimbing, tetap diakui sebagai pemimpin pertama dalam sejarah desa. Oleh karena itu, penamaan tribun dengan sebutan Uyun Tungkagi Stand dianggap sebagai bentuk penghormatan pada sejarah kepemimpinan di Tungoi I.
Tribun ini sendiri dibangun pada tahun ini (2025) menggunakan anggaran Dana Desa di bawah kepemimpinan Sutrisno Ungko. Dengan kerja keras pemerintah desa dan dukungan masyarakat, tribun tersebut kini berdiri megah dan siap menjadi simbol kebanggaan baru bagi warga Tungoi I.
“Tribun gagah ini saya dedikasikan untuk Sangadi pertama kita, sama halnya Old Trafford menghormati Sir Alex Ferguson dengan satu bagian stadion. Maka, kita pun punya: Sir Alex Ferguson Stand – Uyun Tungkagi Stand,” pungkas Sangadi Sutrisno Ungko. (WA)














