• Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Tentang Kami
  • Hak Jawab
Sabtu, April 18, 2026
SuaraBogani.com
  • Login
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Hukrim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Hukrim
No Result
View All Result
SuaraBogani.com
No Result
View All Result
Home Berita

Kutoi Satwa Penghuni Malam Hutan Tropis Tanah Totabuan yang Terancam Punah

by OmKile'
Agustus 7, 2025
in Berita, Bolmong, Bolmut, Bolsel, Boltim, Daerah, Kotamobagu
Kutoi Satwa Penghuni Malam Hutan Tropis Tanah Totabuan yang Terancam Punah
0
SHARES
636
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SuaraBogani.com__Di antara kanopi hutan yang makin menipis, hijau dan tak lagi perawan , masihlah hidup makhluk malam yang sudah jarang terlihat mata manusia. Kutoi atau beruang Sulawesi. Hewan endemik ini bukanlah beruang seperti namanya, melainkan sejenis kuskus berukuran besar yang tergolong dalam keluarga marsupial, dan hanya ditemukan di pulau Sulawesi dan sekitarnya.

Disebut Kutoi dalam Bahasa Mongondow  atau Kuse penamaan umum di Sulawesi Utara ini memiliki Nama ilmiah sebagai Ailurops ursinus, ia adalah salah satu simbol kekayaan biodiversitas Indonesia Timur yang masih misterius dan kurang dikenal publik secara langsung. Tubuhnya berbulu lebat dengan warna coklat keabu-abuan, matanya besar dengan pandangan tajam di malam hari, dan pergerakannya lambat namun pasti. Ia aktif di malam hari dan menghabiskan waktunya memanjat pohon untuk mencari daun muda, buah dan bunga.

Sayangnya, keberadaan Hewan Kutoi kini semakin terancam. Perambahan hutan, penebangan liar, dan alih fungsi lahan menjadi tambang perlahan-lahan menggerus rumah alami mereka. Meski termasuk hewan dilindungi oleh hukum Indonesia Melalui UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem,,Ironisnya Perburuan masih terus terjadi dan menjadi ancaman nyata bagi hewan ini. terutama karena ketidaktahuan masyarakat tentang pentingnya peran Kutoi dalam keberlangsungan ekosistem Hutan Tropis Totabuan.

“Populasi Kutoi mengalami penurunan drastis. Dalam dua dekade terakhir sudah sangat jarang terlihat bahkan di dalam hutan. Sependek pengetahuan saya statusnya kini masuk dalam daftar hewan “Rentan” Kata Amu’ Mokoginta yang aktif dalam explore hutan Bolaang Mongondow Raya.

Meskipun hidup menyendiri dan cenderung pemalu, Kutoi memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan hutan. Dengan menyebarkan biji melalui kotorannya dan membantu penyerbukan, ia berkontribusi langsung terhadap regenerasi hutan tropis.

Kutoi adalah marsupial satu-satunya di Sulawesi. Ia bukan beruang, bukan kera, tapi masih satu keluarga dengan kangguru dan koala. Tambah  Mokoginta.

Perlunya penekanan tentang pentingnya edukasi publik dan pelibatan masyarakat adat dalam menjaga kelestarian Kutoi. Sebab di beberapa wilayah, Kutoi dianggap Hewan pembawa keberuntungan, bahkan menjadi bagian dari cerita rakyat Bolaang Mongondow Raya, Kutoi kerap digambarkan sebagai makhluk penjaga malam yang dihormati. Dalam beberapa versi dongeng lisan, Kutoi bahkan dipercaya mampu menyelamatkan hutan dari kebakaran karena kesetiaannya terhadap tempat tinggalnya. Nilai-nilai kearifan lokal seperti ini seharusnya bisa dijadikan dasar penguatan pelestarian satwa langka ini di Tahnah Totabuan

Upaya konservasi harus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pembentukan kawasan lindung, patroli satwa, hingga program adopsi pohon untuk habitat Kutoi.

Apa yang terjadi pada kuse adalah cerminan bagaimana kita memperlakukan alam. Ketika satu spesies punah, kita bukan hanya kehilangan makhluk hidup, tapi juga kehilangan bagian dari identitas dan warisan bangsa.

Di tengah gempuran krisis iklim dan degradasi lingkungan, menyelamatkan Kutoi bukan hanya soal konservasi, tapi soal moral. Ini adalah panggilan hati nurani untuk tidak tinggal diam melihat satu demi satu satwa endemis kita lenyap dari bumi pertiwi.

Mari Lindungi Kutoi Si Beruang penjaga malam di tanah Totabuan yang berkontribusi pada  Hutan Indonesia untuk keberlanjutan Hidup kita semua..!!

Tags: Ailurops ursinusBolaang Mongondow RayaCerita RakyatDongengEkologisEkosistimEndemikJagaKuseKutoiLindungiSulawesi UtaraTotabuan
Previous Post

Turnamen Sepak Bola “Karang Taruna Cup 2025” Resmi Dibuka, Meriahkan HUT RI ke-80

Next Post

Mahasiswa Kesehatan Lingkungan Unsrat, Dalami Kerja Magang di Puskesmas Tungoi.. Belajar Dari Lapangan di tempa jadi garda terdepan kesehatan Lingkungan

Next Post
Mahasiswa Kesehatan Lingkungan Unsrat, Dalami Kerja Magang di Puskesmas Tungoi.. Belajar Dari Lapangan di tempa jadi garda terdepan kesehatan Lingkungan

Mahasiswa Kesehatan Lingkungan Unsrat, Dalami Kerja Magang di Puskesmas Tungoi.. Belajar Dari Lapangan di tempa jadi garda terdepan kesehatan Lingkungan

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dukungan Menguat, Bolaang Mongondow Raya Makin Dekat Jadi Provinsi

Dukungan Menguat, Bolaang Mongondow Raya Makin Dekat Jadi Provinsi

Mei 8, 2025
Kripik Azzahra Mendapat Kunjungan Komisi ll DPRD Provinsi Sulawesi Utara

Kripik Azzahra Mendapat Kunjungan Komisi ll DPRD Provinsi Sulawesi Utara

Februari 4, 2025
Wali Kota Kotamobagu dan Bupati Bolmong Bertemu Menteri UMKM RI, Bahas Penguatan Ekonomi

Wali Kota Kotamobagu dan Bupati Bolmong Bertemu Menteri UMKM RI, Bahas Penguatan Ekonomi

Mei 14, 2025
Disperindag Sulut Identifikasi Umkm Berpotensi Expor,,Rumah Keripik Azzahra Jadi Fokus Utama

Disperindag Sulut Identifikasi Umkm Berpotensi Expor,,Rumah Keripik Azzahra Jadi Fokus Utama

Maret 20, 2025
Aurel Kerap Dibully, Atta Halilintar Ingatkan Bijak dan Tak Kejam untuk Membalas

Aurel Kerap Dibully, Atta Halilintar Ingatkan Bijak dan Tak Kejam untuk Membalas

Dua Faktor Utama Kenaikan Harga Rica di Kotamobagu

Dua Faktor Utama Kenaikan Harga Rica di Kotamobagu

Kotamobagu Raih Piala Adipura ke-10: Pengakuan atas Dedikasi Lingkungan

Kotamobagu Raih Piala Adipura ke-10: Pengakuan atas Dedikasi Lingkungan

Tim Resmob Polres Kotamobagu Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Uang Tunai Rp. 76 Juta

Tim Resmob Polres Kotamobagu Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Uang Tunai Rp. 76 Juta

Halal Bihalal Desa Bungko, Momentum Mempererat Silaturahmi, Saling Memaafkan Serta Menjaga Kebersamaan

Halal Bihalal Desa Bungko, Momentum Mempererat Silaturahmi, Saling Memaafkan Serta Menjaga Kebersamaan

April 17, 2026
Dorong Kualitas Pendidikan, Kepala Sekolah SDN 3 Moyag Supervisi Kelas 5

Dorong Kualitas Pendidikan, Kepala Sekolah SDN 3 Moyag Supervisi Kelas 5

April 16, 2026
Perundingan Amerika Serikat–Iran di Islamabad Gagal Total

Perundingan Amerika Serikat–Iran di Islamabad Gagal Total

April 13, 2026
Manado Kembali Bicara Toleransi: Banser Turun Amankan Selebrasi GMIM

Manado Kembali Bicara Toleransi: Banser Turun Amankan Selebrasi GMIM

April 8, 2026

Recent News

Halal Bihalal Desa Bungko, Momentum Mempererat Silaturahmi, Saling Memaafkan Serta Menjaga Kebersamaan

Halal Bihalal Desa Bungko, Momentum Mempererat Silaturahmi, Saling Memaafkan Serta Menjaga Kebersamaan

April 17, 2026
6
Dorong Kualitas Pendidikan, Kepala Sekolah SDN 3 Moyag Supervisi Kelas 5

Dorong Kualitas Pendidikan, Kepala Sekolah SDN 3 Moyag Supervisi Kelas 5

April 16, 2026
24
Perundingan Amerika Serikat–Iran di Islamabad Gagal Total

Perundingan Amerika Serikat–Iran di Islamabad Gagal Total

April 13, 2026
11
Manado Kembali Bicara Toleransi: Banser Turun Amankan Selebrasi GMIM

Manado Kembali Bicara Toleransi: Banser Turun Amankan Selebrasi GMIM

April 8, 2026
171
SuaraBogani.com

© 2024 Suara Bogani

Navigate Site

  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Tentang Kami
  • Hak Jawab

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Hukrim

© 2024 Suara Bogani

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.