SuaraBogani.com__KOTAMOBAGU – Ribuan warga tumpah ruah memenuhi kawasan Jalan Kartini sejak subuh, Sabtu (1/5), demi mendapatkan diskon besar-besaran dari salah satu toko Ternama di kota dikotamobagu..
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean sudah mulai terbentuk sejak pukul 06.00 WITA. Warga dari berbagai penjuru Kotamobagu, bahkan dari wilayah sekitar seperti, Passi,Modayag dan Lolayan, turut meramaikan suasana Sebagian besar membawa kendaraan pribadi, sementara yang lain datang berkelompok menggunakan angkutan umum.

Kegembiraan warga bermula dari unggahan media sosial resmi toko yang sehari sebelumnya mengumumkan adanya promo besar-besaran. Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa hampir semua jenis barang di toko tersebut akan didiskon secara besar-besaran..
Informasi ini menyebar luas dalam hitungan jam. Grup WhatsApp warga, Facebook komunitas lokal, hingga status pribadi dipenuhi kabar promo. Sebagian warga bahkan menyiapkan daftar belanja sehari sebelumnya.
Namun,Sesaat sebelum tokoh dibuka suasana antusiasme yang tinggi berubah menjadi kekecewaan mendalam, setelah pemilik toko secara mengejutkan membatalkan promo hanya beberapa menit sebelum toko dibuka.
Keputusan itu disampaikan langsung oleh owner dengan alasan : kekhawatiran akan keselamatan Pengunjung yang sudah memadati area depan toko sejak dini hari. Pembatalan tersebut pun menyulut beragam reaksi dari warga, mulai dari kekecewaan, kemarahan, hingga rasa prihatin terhadap potensi bahaya yang bisa saja terjadi..
“dengan permintaan maaf yang Mendalam kami sampaikan bahwa promo hari ini terpaksa kami batalkan. Situasi kerumunan sangat padat dan kami tidak ingin mengambil risiko jatuhnya korban. Demi keselamatan bersama, kami akan jadwalkan ulang di kemudian hari,” ujar owner melalui akun resmi media sosial nya.
“Kami berjanji akan menjadwalkan ulang promo ini. Waktunya akan kami umumkan setelah semua siap, termasuk sistem pengaturan pengunjung. Sekali lagi, maaf untuk ketidaknyamanan ini,” tambah owner.
Sontak, suasana pun berubah. Kekecewaan tergambar jelas di wajah Ribuan Pengunjung. Beberapa tampak marah, bahkan ada yang melayangkan protes keras. Namun sebagian besar memilih menerima keputusan tersebut dengan pasrah, meskipun sudah menunggu selama berjam-jam.
“Saya kecewa, tapi saya juga melihat sendiri bagaimana padatnya orang. Kalau dipaksa buka, bisa saja nanti ada yang terinjak atau pingsan,” ujar Mira M (29), asal modayag..
Unggahan Permintaan Maaf tersebut Pun menuai reaksi beragam dari netizen. Sebagian besar memberikan dukungan dan mengapresiasi keputusan owner yang mengutamakan keselamatan. Namun, tak sedikit pula yang menyarankan agar ke depan sistem promosi tidak lagi dilakukan dengan model massal tanpa kajian dampak yang akan ditumbulkan,,,
Hingga berita ini naik Tayang Perlahan situasi di area Jalan Kartini pun mulai lengang seiring para pengunjung mulai membubarkan diri pulang kerumah masing-masing….














