Suarabogani.com_ Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Utara (Sulut) tengah bersiap menghadapi tantangan besar terkait kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menerapkan bea masuk sebesar 32% terhadap sejumlah produk ekspor Indonesia.
Ketua Asosiasi UMKM Sulut, dalam pernyataannya, mengungkapkan ada lima strategi penting yang perlu segera dilakukan untuk merespons kebijakan tersebut, agar daya saing ekspor tetap terjaga.
Kelima strategi tersebut meliputi:
1. Diversifikasi Pasar Ekspor
Tidak bergantung pada pasar AS saja, UMKM Sulut mendorong pembukaan akses ke negara-negara alternatif di Asia, Afrika, hingga Timur Tengah.
2. Negosiasi Perjanjian Perdagangan Internasional
Pemerintah pusat diharapkan aktif memperkuat diplomasi dagang untuk memperbaiki tarif masuk dan hambatan perdagangan lainnya.
3. Reformasi Regulasi Administrasi Ekspor dan Insentif Fiskal
Kemudahan perizinan ekspor dan pemberian insentif fiskal bagi UMKM menjadi kunci penting untuk mendorong daya saing produk lokal.
4. Mendorong Pengembangan Sumber Daya Alam (SDA) dan Hilirisasi Produk Ekspor
Salah satu langkah strategis yang diharapkan UMKM Sulut adalah percepatan pembentukan *Koperasi Desa Merah Putih* di 80 ribuan desa di seluruh Indonesia. Program ini sejalan dengan visi Presiden terpilih Prabowo Subianto yang ingin memperkuat hilirisasi dan ketahanan ekonomi berbasis desa.
5. Memperkuat Daya Beli Masyarakat
Selain ekspor, penguatan pasar domestik menjadi fokus penting. Dengan membangun koperasi desa, diharapkan roda ekonomi di tingkat bawah akan berputar lebih cepat dan mendukung UMKM lokal.
“UMKM Sulut optimis, jika lima strategi ini diterapkan secara konsisten dan didukung kebijakan konkret pemerintah, maka tantangan bea masuk 32% dari AS bisa diubah menjadi momentum memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujar salah satu pengurus UMKM Sulut. ***














