Suarabogani.com– Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Kuliah Kerja Lapangan (KKLP) angkatan ke-23 tahun 2025, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Darma (STIE WD) Kotamobagu mengirimkan mahasiswa untuk berkolaborasi dengan dua desa, yakni Desa Bungko dan Desa Kopandakan I.
Sebanyak 33 peserta mahasiswa KKN-KKLP yang berasal dari Program Studi Akuntansi (S.Ak) dan Program Studi Manajemen (S.M) akan terlibat aktif dalam program ini. Program ini menjadi bagian dari upaya akademik dan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa.
KKN-KKLP adalah program praktik di lapangan selama tiga bulan, di mana mahasiswa melaksanakan KKN selama satu bulan di desa dan melanjutkan KKLP selama dua bulan di berbagai instansi, baik di sektor pemerintahan maupun di instansi non-pemerintah seperti perbankan dan perkantoran.
Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata yang dapat meningkatkan keterampilan dan kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja.
Ketua panitia KKN-KKLP angkatan ke-23 tahun 2025, Haris Monoarfa, SE, M.SI, yang juga merupakan salah satu kandidat doktor Universitas Manado (UNIMA), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu prasyarat akademik dalam menyelesaikan studi Strata-1 (S1) di STIE WD Kotamobagu.
Mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan teori yang telah mereka pelajari selama empat semester di kampus ke dalam praktik nyata di lapangan,13/2/2025
Ketua STIE WD Kotamobagu, Hi. Saldin Paputungan, S.Sos, ME, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Desa Bungko dan Desa Kopandakan I yang telah menerima mahasiswa KKN-KKLP dengan tangan terbuka.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga sebagai wujud nyata pengabdian STIE WD terhadap masyarakat Kotamobagu, khususnya di kedua desa tersebut.
“Melalui KKN ini, kami berharap mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung di tengah masyarakat, sehingga saat mereka menyelesaikan studi, mereka sudah siap memasuki dunia kerja, baik di instansi pemerintah maupun swasta,” ujar kandidat doktor dari Unsrat tersebut.
Sementara itu, Sangadi (Kepala Desa) Bungko, Aminulah Paputungan, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN STIE WD Kotamobagu. Ia menegaskan kesiapan pemerintah desa untuk berkolaborasi dengan mahasiswa dalam menjalankan berbagai program, khususnya di bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hal senada juga disampaikan oleh Sangadi Desa Kopandakan I, Suharto Mokalanot, yang mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN dan siap bekerja sama dalam menyusun serta melaksanakan program pembangunan desa selama satu bulan ke depan.
Dengan adanya program KKN-KKLP ini, mahasiswa STIE WD Kotamobagu diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus mengasah keterampilan mereka untuk menjadi lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. (Idiex)














