Suarabogani.com – Di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah Indonesia terus mengupayakan strategi pengelolaan keuangan negara yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah kebijakan efisiensi anggaran, yang bertujuan untuk memastikan belanja negara lebih tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
Kebijakan ini pun menuai beragam tanggapan dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan pakar ekonomi. Haris Monoarfa, SE, MSi, dosen ekonomi di STIE WD Kotamobagu, menilai efisiensi anggaran sebagai langkah strategis yang sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya akan menekan pengeluaran yang tidak produktif, tetapi juga memastikan alokasi anggaran lebih optimal ke sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. (15/2/2025)
“Mari sama-sama kita mendukung program kebijakan Bapak Presiden, dengan harapan ekonomi kita akan lebih baik ke depannya dan utang negara perlahan-lahan terbayarkan tanpa harus menambah utang baru,” ujar Haris dengan optimisme.
Ia menekankan bahwa efisiensi anggaran bukan sekadar pemangkasan belanja, tetapi merupakan strategi jangka panjang yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan penggunaan anggaran yang lebih cerdas, pemerintah bisa lebih fokus pada program unggulan yang selaras dengan visi pembangunan nasional, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.
“Jika anggaran digunakan secara efisien, maka negara bisa lebih fokus pada program-program unggulan yang sesuai dengan visi dan misi Presiden. Hal ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, Haris juga mengingatkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tentu menghadapi tantangan tersendiri. Salah satunya adalah kemungkinan adanya pengurangan belanja di beberapa instansi yang dapat berdampak pada pemangkasan tenaga kerja.
Namun, ia optimistis bahwa dengan perencanaan yang matang dan optimalisasi sumber daya yang ada, keseimbangan antara efisiensi dan kesejahteraan masyarakat tetap bisa terjaga.
Sebagai penutup, Haris Monoarfa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami bahwa efisiensi anggaran adalah langkah fundamental dalam membangun ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
“Kebijakan ini perlu kita dukung agar ke depan, Indonesia tidak hanya mampu membayar utangnya, tetapi juga terus tumbuh menjadi negara yang lebih maju dan mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.
Dengan langkah strategis ini, diharapkan Indonesia mampu menghadapi tantangan ekonomi global dan semakin kokoh dalam membangun kesejahteraan bagi seluruh rakyat. (Idiex)














