Suarabogani.com, 17 Januari 2025– Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menjadikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional. Dalam pidatonya pada acara Pemberdayaan UMKM Indonesia 2025 di Istana Negara, Presiden menyampaikan bahwa penguatan sektor UMKM akan menciptakan lapangan kerja, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
“UMKM adalah motor penggerak ekonomi rakyat. Kita harus memastikan mereka tumbuh kuat dan mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun internasional. Pemerintah akan memperkuat permodalan, menyediakan pelatihan, dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ratusan pelaku UMKM dan pemangku kepentingan lainnya.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah meluncurkan program UMKM Bangkit 2025, yang mencakup pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah, pendampingan bisnis, serta pelatihan digitalisasi. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih dari 5 juta UMKM baru dalam dua tahun ke depan. Menteri Koperasi dan UKM, Sandiaga Uno, mengungkapkan bahwa program ini juga bertujuan mempercepat transformasi UMKM menuju era digital.
Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan untuk mendukung keberlanjutan UMKM. Salah satu langkah strategis adalah mendorong pelaku usaha kecil untuk memanfaatkan teknologi finansial dan e-commerce guna memperluas jangkauan pasar mereka. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Kita akan membantu UMKM Indonesia menjadi pemain global,” tegas Presiden.
Salah satu pelaku UMKM yang hadir, Yuniarti Dewi, pemilik usaha batik di Solo, mengaku optimistis dengan kebijakan pemerintah. “Program ini memberikan harapan besar bagi kami. Dengan dukungan permodalan dan pelatihan pemasaran digital, saya yakin produk lokal bisa bersaing di pasar internasional,” ujarnya. Yuniarti menambahkan bahwa keterlibatan langsung pemerintah memberikan semangat baru bagi pelaku usaha kecil.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat pasar domestik dengan mendorong gerakan *Bangga Buatan Indonesia*. Gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk lokal, yang sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi dari sektor UMKM. Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo mengapresiasi kontribusi UMKM dalam menjaga stabilitas ekonomi selama pandemi.
Dengan berbagai kebijakan dan program strategis, Presiden Prabowo menargetkan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat dari 61% menjadi 65% dalam lima tahun ke depan. Ia juga optimistis bahwa UMKM dapat menjadi kunci keberhasilan Indonesia untuk mencapai ekonomi mandiri yang berdaya saing tinggi di tingkat global. “Kita jadikan UMKM kebanggaan bangsa dan ujung tombak kemandirian ekonomi Indonesia,” tutup Presiden. ***














