BOLMONG — Mengejutkan telah mengungkapkan bahwa Gunung Poliyan, yang menjulang gagah di Tungoi, adalah saksi bisu dari kejayaan peradaban kuno.
Dengan memperhatikan data primer dan sekunder yang telah diselidiki, kisah yang tersembunyi di balik tebing-tebingnya mulai terungkap, menghidupkan kembali warisan sejarah suku Poliyan yang kaya dengan sumber daya Alam.
Maron Nama akun Facebook, dengan postingannya yang penuh Makna di media sosial, telah memicu minat dan penasaran akan sejarah yang melingkupi Gunung Poliyan.
Menyoroti asal-usul nenek moyang mereka, Maron membawa kita pada sebuah perjalanan untuk menggali lebih dalam tentang akar-akar yang kuat dari suku Poliyan.
Tak hanya itu, tulisan dari seorang penulis Belanda, Wilken dan Skwarts, yang tidak hanya seorang misionaris tetapi juga seorang ahli geologi, memberikan bukti tambahan tentang keberadaan suku Poliyan dalam sejarah.
Melalui penelitiannya, Wilken dan Skwarts memastikan bahwa Gunung Poliyan bukan sekadar simbol geografis, tetapi juga rumah bagi peradaban kuno yang misterius.
Daftar keturunan Poliyan yang panjang, mencakup desa-desa seperti Tungoi, Mopait, Kopandakan, Bungko, Tabang, Pobundayan, Matali, Motoboi Kecil, dan Poyowa Besar, menjadi bukti konkrit dari keberadaan mereka.
Setiap nama desa mencerminkan warisan budaya yang kaya dan tradisi yang telah diteruskan dari generasi ke generasi.
Temuan ini bukan hanya membawa cahaya baru dalam penelitian sejarah daerah ini, tetapi juga membuka kesempatan untuk lebih memahami kompleksitas perjalanan manusia di masa lalu.
Dengan terus mendalami penelitian ini, mungkin kita dapat mengungkap lebih banyak lagi rahasia yang terkunci di balik keindahan alam Gunung Poliyan dan kehidupan peradaban kuno suku Poliyan yang telah lama hilang.
BERSAMBUNG….!
Di kutip dari akun Facebook Maron dengan Nama asli MARHAM ONDAH. tangoi kon baloi ki ALANG.













